background img

ZONA PKL AKAN DITETAPKAN LEWAT PERWALI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengkaji sejumlah lokasi yang akan dijadikan kawasan zona bagi pedagang kaki lima (PKL).

Hal ini dilakukan untuk menertibkan keberadaan sejumlah PKL agar lebih tertata, sehingga lebih mudah untuk diberdayakan, sesuai Peraturan Daerah tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang baru saja disahkan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan, pihaknya saat ini masih mengkaji sejumlah lokasi yang akan dijadikan kawasan zona bagi PKL dengan menyesuaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Sehingga zona PKL yang dipilih akan ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).
Ia mengatakan, dengan adanya lokasi zona yang ditentukan maka para PKL yang melanggar dengan berjualan di luar zona yang ditetapkan akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kalau sudah ada penataan zonasi untuk para PKL, mau tidak mau ada risiko pemindahan PKL. Jadi PKL yang liar nantinya akan digiring ke kawasan yang diperuntukkan untuk para PKL. Untuk zonasi penempatan untuk PKL nanti dilihat dari jumlah PKL yang ada di Kota Balikpapan,” kata Arzaedi kepada wartawan, Kamis (21/10).
Ia menjelaskan, untuk saat ini, jumlah PKL yang sudah terdata di Dinas Perdagangan Kota Balikpapan tercatat mencapai sekitar 15.000 PKL.
Para PKL tersebut nantinya, diakomodir secara bertahap menyesuaikan dengan zona yang telah ditetapkan.
“Kita akan melihat kawasan yang sudah ditetapkan sebagai zonasi untuk PKL sudah bisa mengakomodir PKL belum, jangan sampai nanti penetapan zonasi untuk PKL tidak sesuai dengan jumlah PKL. Jadi nanti pihaknya akan melakukan inventarisasi ulang jumlah PKL di setiap kecamatan di kota Balikpapan, setelah kita tahu jumlah PKL di setiap kecamatan baru zonasi untuk PKL kita tetapkan. Jadi jumlah PKL dan zonasi itu harus sinkron,” ujarnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *