background img

ZIKIR SUMBER KEBAHAGIAAN

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Zikir adalah kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia serta kesejahteraan di akhirat kelak.

Berzikir hendaknya menjadi kebiasaan seorang hamba yang beriman. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini selain mengabdi kepada Allah Ta’ala, salah satunya dengan selalu mengingat nama-Nya di setiap saat.

“Ketika hati seseorang mengalami permasalahan maka terjadi konflik batin Iman menurun, bahkan dapat membuat seseorang stress dan pelariannya biasa ke tempat maksiat. Bahwasanya tidak ada yang bisa mengeluarkan kita dari segala permasalahan kecuali hanya dengan memperbanyak mengingat Allah di segala kondisi yang sedang kita jalani, hati akan merasa tenteram karena kita selalu mengingat Allah Ta’ala yaitu dengan dzikrullah,” kata ustadz Syamsul Bahri dalam program berbuka puasa Lentera Qolbu yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Selasa (28/4).

Menurutnya, berdasarkan ensiklopedia hukum Islam zikir dapat diartikan sebagai suatu aktivitas yang berupa ucapan lisan, gerak raga maupun getaran hati sesuai dengan cara-cara yang diajarkan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, yang kedua adalah upaya untuk menyingkirkan keadaan lupa dan lalai kepada Allah dan selalu ingat kepada-Nya. Dan yang ketiga adalah keluar dari suasana lupa atau saling menyaksikan dengan mata hati akibat didorong rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, zikir dibagi atas tiga bagian, ada dzikir untuk Allah SWT yang kalimatnya adalah Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah. Kemudian zikir untuk nabi dengan membaca sholawat allahumma sholli ala sayyidina muhammad, kemudian untuk diri sendiri.

Tetapi dari kesemua zikir yang kita lakukan ini pada hakikatnya itu kembali kepada diri kita sendiri dan diperintahkan dalam setiap keadaan, baik berdiri atau duduk atau berbaring. Bahkan ketika kita di perjalanan yang jalan misalnya ketika jalan menanjak itu diperintahkan Rasul untuk berzikir dengan kalimat Allahu Akbar, yang jalan yang menurun dengan kalimat subhanallah yang jalannya rata alhamdulillah.

Kenapa demikian? Sekiranya Allah SWT mentakdirkan kita untuk meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, maka alangkah indahnya ketika nyawa kita diambil kemudian kita dalam keadaan zikrullah.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *