background img

ZAHRA STABIL, LANGSUNG PELUK IBUNYA

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Matahari belum menampakkan wujudnya saat Suroso keluar dari rumahnya di Perumahan Prona Indah Satu, RT 67, Sepinggan, Balikpapan Selatan (Balsel), Selasa (6/7) sekira pukul 05.00 Wita.

Pria berusia 54 tahun itu berjalan kaki menuju musala Al Barokah, sekitar 50 meter dari rumahnya. Di sana ia hendak melaksanakan salat subuh.

Saat tiba di rumah ibadah umat muslim tersebut, Suroso bertemu dengan Mukhlas imam di musala itu yang sudah lebih dulu datang.

Namun Mukhlas tak sendirian saat itu. Ada juga seorang bocah perempuan yang sedang berbaring tanpa alas di teras musala. Baju hitam lengan merah dan celana biru, warna pakaian yang dikenakan bocah itu.

“Saat itu saya mau salat subuh, kebetulan di musala sudah ada imam salat pak Mukhlas. Ada juga anak kecil yang tidur, padahal belum saatnya anak-anak datang untuk salat,” kata Suroso saat dihubungi KPFM melalui sabungan seluler.

Buruh harian itu kemudian mencoba membangunkan bocah yang belakangan diketahui bernama lengkap Maritza Adiba Zahra itu. Usianya lima tahun.

Pekan lalu Selasa, 29 Juni 2021 bocah yang akrab dipanggil Zahra itu hilang dari halaman rumahnya di Jalan Baitul Makmur, Gang Anthorium II, RT 30, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur (Baltim).

Namun, Suroso dan Mukhlas belum menyadari perihal itu. Keduanya sama sekali tidak mengetahui informasi hilangnya Zahra yang viral selama sepekan di lini masa media sosial warganet Kota Balikpapan.

“Enggak tahu pak soal info kehilangan itu. Makanya saat dia (Zahra) bangun itu saya tanya alamat rumah di mana? Nanti adek tak antar pulang, saya tanya begitu,” tutur Suroso.

Zahra yang saat itu masih dihantui rasa takut tidak mengeluarkan sepatah katapun ketika ditanya. Hal itu dimaklumi oleh Suroso. Namun dirinya terus berupaya membujuk Zahra untuk bercerita.

“Waktu itu masih takut, saya dekatin dan elus-elus. Saya tanya sama siapa ke sini, Zahra jawab sama om, tapi tidak tahu namanya,” lanjut Suroso menceritakan.
Suroso dan Mukhlas kemudian berunding. Hasilnya disepakati agar Zahra dibawa dulu ke Rumah Suroso. Sambil menunggu waktu pagi tiba untuk melapor ke aparat kepolisian.

“Saya bawa Zahra ke rumah. Rencananya nanti kalau sudah pagi kita mau lapor ke Polsek bahwa kita menemukan anak kecil. Dan kami siap dijadikan saksi,” ungkapnya.

Zahra pun melanjutkan tidurnya di rumah Suroso. Sampai di sini Suroso masih diselimuti rasa penasaran. Dari mana dan siapa Zarha sebenarnya.
Rasa penasaran itu terjawab saat ia membuka aplikasi facebook. Ia mendapati foto Zahra yang diunggah oleh salah satu akun berserta dengan tulisan anak hilang.

“Dari situ saya panggil anak saya untuk memastikan, dan memang benar kalau yang kami temukan di musala adalah Zahra yang hilang itu,” ungkapnya.

Suroso pun meminta bantuan anaknya untuk mencoba menghubungi nomor orang tua Zahra yang ada di facebook. Saat itu dengan video call, untuk lebih menyakinkan.

“Kami video call biar tidak dikira bohong. Setelah diangkat, orang tuanya bilang kalau benar Zahra adalah anaknya yang hilang itu. Setelah itu kami kirim alamat untuk datang jemput,” ucap Suroso.
Pagi harinya sekira pukul 06.20 Wita, ibu Zahra Ika Nur Rahma (30) dan kakeknya Sutrisno (57) tiba di rumah Suroso. Kedatangan mereka langsung disambut dengan ceria oleh Zahra.

“Pas sampai itu luar biasa, Zahra langsung teriak dan peluk bundanya. Dia kangennya luar biasa,” kata Sutrisno saat ditemui di Unit PPA Polresta Balikpapan.
Kebahagiaan yang dirasakan Sutrisno
seakan berlipat ganda. Tak hanya melihat Zahra dalam keadaan sehat, ia juga senang psikis cucu kesayangan itu masih stabil.

“Saya lega. Psikisnya stabil, karena kebiasaannya masih sama. Saat ketemu itu dia langsung minta handphone saya. Itu kebiasaannya dia, selalu minta handphone untuk buka tik-tok,” aku Sutrisno.

Zahra memang telah ditemukan. Namun sejumlah pertanyaan masih menjanggal. Salah satunya terkait siapa sosok yang membawanya hingga sampai ke musala Al Barokah.

Aparat kepolisian pun masih terus melakukan penyelidikin. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Sejauh ini setidaknya ada sekitar tiga orang.
“Saksi sudah diperiksa, tiga orang. Mudahan segera terungkap pelakunya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *