background img

WARGA PILIH BERSIHKAN JALAN

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan yang diatur dalam Perwali No 23 tahun 2020 efektif berlaku mulai Selasa (1/9) hari ini.

Pada hari pertama penerapan, puluhan warga terjaring dalam razia masker yang digelar petugas di seputar SPBU Rapak. Mereka pun tidak bisa berbuat banyak dan menerima sanksi yang diatur dalam Perwali.

Ada yang dengan membayar denda administrasi sebesar Rp 100 ribu hingga mengganti dengan 19 masker. Ada juga dari mereka yang rela membersihkan jalan dan trotoar.

Salah satunya adalah Riko (30). Warga Balikpapan Utara itu memilih sanksi membersihkan sampah di jalan dan trotoar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan Klinik Ibnu Sina.

Itu merupakan sanksi sosial yang dipilihnya ketimbang membayar denda Rp 100 ribu atau menggantinya dengan 19 buah masker. “Enggak apa-apa nyapu jalan aja,” katanya saat dicecer pertanyaan oleh wartawan.

Riko mengaku jika dirinya selalu pakai masker di setiap aktivitas. Hanya saja, kali ini dirinya lupa karena terburu-buru berangkat kerja.

“Mau pergi kerja. Lupa pakai masker. Biasanya sehari-hari pakai. Tapi tadi pagi karena hujan jadi saya buru-buru takut terlambat,” akunya.

Selain Riko, sedikitnya ada 14 warga lainnya yang terjaring. Tiga di antaranya membayar denda Rp100 ribu, sisanya melakukan kerja sosial membersihkan jalan.

“Rata-rata yang terjaring roda dua dan empat. Tiga bayar, masing-masing Rp 100 ribu, ada yang membayar beli masker 19 dan sisanya melaksanakan kerja sosial,” kata Camat Balikpapan Tengah, Eddi Gunawan.

Ia menambahkan, rata-rata warga yang terjaring razia mengaku karena terburu-buru. Sehingga lupa mengenakan masker.

“Cuma karena terburu-buru lupa membawa masker. Mudahan berikutnya makin berkurang dan tingkat kesadaran masyarakat meningkat,”ucapnyaFredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *