background img

WALI KOTA TINJAU PTM TERBATAS

5 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan meninjau hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap mata (PTM) terbatas sejumlah sekolah, Senin (11/10).

Dalam kunjungannya ke SDN 003 Balikpapan Kota, Rahmad mengatakan, dalam pelaksanaan PTM terbatas ini, hampir seluruh siswa di Kota Balikpapan mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Hanya sedikit siswa yang memilih untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

“Kita meminta agar kalau ada yang terdeteksi terindikasi harus dipulangkan. Kita berdoalah mudah-mudahan jangan ada. Tapi kalau memang ada yang masih kita minta yang satu kelas itu aja yang kita tutup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan PTM terbatas ini, pihaknya membatasi jumlah siswa yang hadir di sekolah maksimal 50 persen.

Dirinya berharap agar pelaksanaan PTM terbatas ini dapat berjalan lancar dan tidak memicu timbulnya cluster Covid-19 yang baru.

“Memang ini hampir semuanya yang turun, tapi itu tidak langsung semuanya. Ini hanya 50 persen. Jadi kita melihat juga bagaimana simulasinya, mudah-mudahan jangan sampai ada cluster sekolah,” pungkasnya.

Usai mengunjungi SD 003 Balikpapan Kota, Wali Kota melanjutkan kunjungan ke SMPN 1, SD Bhayangkari dan SD-SMP Istiqomah.

Sementara itu, Kepala SDN 003 Balikpapan Kota Puji Sadarani menuturkan, pihaknya telah melakukan persiapan semaksimal mungkin dalam mendukung pelaksanaan PTM terbatas di sekolah. Persiapan itu meliputi protokol kesehatan, guru, kelas, dan sekolah. “Pada dasarnya kita sudah siap dengan segala kemampuan yang ada. Kita sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin dan tadi juga sudah dikunjungi oleh bapak Wali Kota,” jelasnya.

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan PTM terbatas ini, hanya sekitar 1 persen orang tua yang memilih anaknya untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

Total siswa yang ada di SD 003 Balikpapan Kota ini tercatat mencapai 704 siswa. Yang memilih untuk melakukan pembelajaran secara daring hanya 9 siswa. Jadi ada 695 siswa yang memilih untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka.

“Hal Ini adalah bentuk kepercayaan dari orang tua dan siswa terhadap sekolah bahwa sekolah kami ini adalah sekolah yang sehat, karena memang sekolah kami ini menjadi salah satu sekolah yang menjuarai lomba sekolah sehat 3 Provinsi dengan predikat juara pertama,” jelasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *