background img

WALI KOTA KEBERATAN DAU DIPANGKAS

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan sikap keberatan terkait kebijakan Pemerintah Pusat yang akan memangkas besaran Dana Alokasi Umum (DAU) dengan mengubah mekanisme penyaluran berdasarkan kinerja.

“Nanti lewat Apeksi disampaikan bahwa kita minta dengan sangat, jangan sampai DAU dikurangi, karena itu besar bebannya ke daerah. Kalau program itu baik untuk kita, mau. Tapi kalau untuk mengurangi, kita keberatan,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Jumat (18/9).

Ia menjelaskan, pihaknya akan meminta penjelasan terkait rencana penerapan kebijakan tersebut sehingga tidak merugikan dengan menurunnya besaran DAU yang akan diterima oleh daerah.
“Tentunya kita hati-hati, jangan sampai pemerintah pusat mensiasati pengurangan bantuan DAU diawali dengan hal yang baru,” ujarnya.

Menurutnya, krisis ekonomi global yang terjadi akibat pandemi Covid-19, telah memberikan dampak besar terhadap besaran penerimaan negara saat ini, sangat tertekan atau turun drastis.
Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah Pusat untuk melakukan perubahan mekanisme penyaluran dana transfer ke daerah.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati berencana mengubah mekanisme penyaluran DAU yang selama ini bersifat final atau tetap sepanjang tahun, diubah dengan menggunakan kinerja.
“Kita berharap kepada Menteri Keuangan, agar jangan sampai membuat program baru hanya untuk mengurangi besarannya, karena DAU itu sangat sangat membantu daerah,” terangnya.

Rizal menjelaskan, sebagian besar DAU yang diterima dipergunakan sepenuhnya untuk membiayai gaji pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Sehingga, lanjutnya, dengan adanya penurunan atau pemangkasan jumlah DAU dari Pemerintah Pusat, tentunya akan memberikan pengaruh besar terhadap daerah. Khususnya dalam membayar gaji pegawai.

Bahkan besaran DAU yang diterima selama ini juga masih kurang untuk membiayai pembayaran gaji pegawai negeri sipil, sehingga harus ditambahkan lagi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Semua DAU untuk gaji. Selama ini tidak untuk keperluan lain, makanya kita berharap jangan sampai dengan program baru ini, DAU kita bisa berkurang. Karena selama ini juga masih kurang, sehingga harus ditambahkan lagi dari APBD,” terangnya.(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *