background img

WAKTU PENDAFTARAN KEPALA DAERAH DITAMBAH

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan memutuskan memperpanjang jadwal pendaftaran calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020.

Hal itu karena sejak dibukanya pendaftaran pada 4 September 2020 hingga ditutupnya waktu pendaftaran 6 September 2020, pukul 24.00 Wita hanya ada satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mendaftar.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan, sesuai dengan hasil rapat pembahasan, pihaknya menambah jadwal pendaftaran calon kepala daerah selama 3 hari.

“Karena hingga saat ini, baru ada satu pasangan calon yang mendaftar, maka kita putuskan untuk melakukan penambahan waktu pendaftaran pada tanggal 10, 11 dan 12 September,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Senin (7/9).

Menurutnya, dengan ada penambahan jadwal pendaftaran calon kepala daerah ini, maka juga mempengaruhi tahapan pelaksanaan Pilkada yang saat ini berjalan.

Sesuai dengan jadwal awal yang telah direncanakan, seharusnya pada tanggal 7 September ini dimulai tahapan pemeriksaan kesehatan terhadap bakal calon kepala daerah. Namun terpaksa ditunda menyesuaikan waktu perpanjangan tahapan pendaftaran calon kepala daerah.

“Implikasinya dengan adanya pertambahan jadwal pendaftaran ini, KPU Kota Balikpapan memutuskan juga untuk menunda jadwal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon kepala yang harusnya dilaksanakan pada hari ini,” ujarnya.

Terkait penundaan pelaksanaan tahapan pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah tersebut, KPU Kota Balikpapan juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait di antaranya Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) dan tim dokter pemeriksa yang terlibat, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Menyesuaikan dengan penambahan jadwal pendaftaran, maka jadwal

pemeriksaan kesehatan calon dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar tanggal 10 hingga 18 September,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah masih ada kemungkinan bagi calon kepala daerah lain untuk mendaftar di Pilkada Serentak di Kota Balikpapan? Ia menjawab bahwa hal tersebut masih memungkinkan, meski saat ini jumlah dukungan yang dimiliki oleh pasangan Rahmad Mas’ud – Tohari Azis sudah mencapai 40 kursi dari 45 kursi yang ada di DPRD Kota Balikpapan. Sehingga yang tersisa hanya tinggal 5 kursi.

Sesuai dengan Peraturan KPU, hal tersebut masih memungkinkan ketika terjadinya kompromi politik yang menyebabkan perubahan dukungan yang diberikan oleh partai politik.

“Berdasarkan perhitungan jumlah kursi yang telah digunakan di DPRD Balikpapan saat ini sudah mencapai 40 porsi yang sudah dipergunakan oleh calon pasangan Rahmad Mas’ud – Tohari Azis sehingga yang tersisa di legislatif saat ini hanya tinggal 5 kursi, padahal untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah minimal memiliki 20 persen dari jumlah keterwakilan atau sekitar 9 kursi. Tapi masih ada pertimbangan kompromi politik jumlah dukungan yang masih bisa berubah,” tuturnya.

Ketika terjadi perubahan jumlah dukungan atau ada partai politik yang menarik dukungan, maka diwajibkan bagi calon kepala daerah yang saat ini sudah mendaftar untuk mendaftar kembali sesuai dengan jumlah dukungan yang dikumpulkan yang tersisa.

Aturan ini diberikan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tetap maju sebagai calon kepala daerah.(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *