background img

WACANA ISOLASI DI KAPAL BATAL

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan belum lama ini berencana menambah fasilitas isolasi terpadu. Lokasinya bukan berada di darat, melainkan menggunakan kapal alias isolasi terapung di laut.

Namun, wacana tersebut dipastikan batal. Ada sejumlah alasan teknis sehingga rencana itu urung terlaksana, meski pembiayaan sepenuhnya ditanggung APBN.

“Memang pembiayaan ditanggung APBN, tetapi untuk SDM kita yang sediakan. Itu tidak mudah dan cepat. Untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit dan tempat isolasi didarat saja belum cukup,” kata Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty, Senin (9/8).

Selain itu, ada syarat lain yang tidak bisa dipenuhi untuk penambahan fasilitas isolasi di laut tersebut. Yakni, harus adanya rumah sakit pengampu yang bertanggung jawab.

“Harus ada rumah sakit pengampu. Sementara RSUD Beriman milik pemerintah daerah sudah menjadi pengampu untuk persiapan RS Darurat di Embarkasi Haji. Satu rumah sakit tidak boleh mengampu dua,” ungkapnya.

Masalah lainnya perihal syarat berlabuh dan bersandar. Untuk Pelabuhan Semayang Balikpapan, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, rupanya tidak boleh lama bersandar. Artinya, kapal harus berlabuh.

“Nah, kalau kapal berlabuh tentu kita kesulitan menaik turunkan pasien maupun tenaga kesehatan. Ini sebenarnya program sangat baik, hanya saja, Balikpapan belum siap secara teknis dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Selain itu, Dio menyebut jika tingkat keterisian fasilitas isolasi terpadu di darat saat ini sudah turun. Berada di angka 60 persen.

“Tren kasus dalam dua pekan terakhir sudah menunjukkan penurunan. Jadi tempat isolasi juga tidak terisi penuh. Makanya kita optimalkan dulu fasilitas isolasi yang tersedia ini,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *