background img

WABAH PMK, PETERNAK SAPI MERUGI

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Munculnya penyakit mulut dan kuku atau PMK yang menjangkiti ternak sapi di beberapa wilayah Indonesia, berdampak juga pada peternak sapi di Kota Balikpapan.
Seperti yang dialami Muhammad Abduh, seorang peternak sapi di kawasan Kampung Timur, Balikpapan Utara. Dia mengatakan, saat ini puluhan sapi yang dia pesan tertahan di pulau Jawa akibat wabah tersebut.

“Ada sekitar 30 ekor tertahan di Jawa. Sapi premium yang modalnya Rp 40 jutaan per ekor. Belum bisa dikirimkan karena penyakit PMK ini,” kata Abduh melalui sambungan telepon, Rabu (11/5).

Abduh mengaku mengalami kerugian yang luar biasa. Bagaimana tidak, dana senilai ratusan juta rupiah telah disalurkan untuk biaya perawatan dan pengembangan ternak sapi di Pulau Jawa. Namun, sapi yang seharusnya dikirim ke Balikpapan pada bulan Mei ini, terpaksa tak bisa diterima.

“Selain itu, untuk sementara ini kami para peternak juga belum bisa menyalurkan pesanan sapi ke pembeli. Jadi, kalau berbicara bisnis tentu sangat rugi. Kita sudah belanja, tapi tidak bisa dijual lagi,” akunya.

Soal antisipasi meningkatnya kebutuhan sapi pada momen Idul Adha mendatang, Abduh menyebut para peternak mengandalkan stok yang ada. Namun, jika terjadi kekurangan maka harus mendatangkan sapi lokal dari Pulau Bali dan Sulawesi.

“Saat ini kita mengandalkan stok sapi yang ada. Sambil menunggu kelanjutan dari pulau Jawa, apakah bisa kirim atau tidak. Kalau nanti terjadi kekurangan, maka akan mendatangkan tambahan sapi lokal dari Bali dan Sulawesi,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.