background img

VARIAN MU MENGINTAI

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menambahkan varian MU atau B.1.621 dalam kategori varian baru Covid-19 yang menjadi perhatian. Sejauh ini, varian yang awalnya ditemukan di Kolombia pada awal tahun itu belum terdeteksi di Indonesia.

Untuk pencegahan dini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengimbau kepada para menteri terkait khususnya Menteri Perhubungan untuk memperhatikan secara detail dan terus waspada terhadap varian tersebut.

“Jangan sampai ini merusak capaian yang sudah kita lakukan,” kata Jokowi saat menyampaikan sejumlah arahan terkait evaluasi PPKM, seperti dilansir dari channel¬†YouTube¬†Sekretariat Presiden, Senin (6/9).

Perihal varian baru tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengaku jika pihaknya belum mendapatkan edaran resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Meski begitu, masyarakat diminta untuk selalu waspada karena Balikpapan sebagai pintu gerbang berpotensi masuknya virus tersebut.

“Kita sudah membaca dari media, jadi harus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi Kaltim ada pintu gerbang untuk masuk ini lebih cepat. Dan mudahan masih bisa kita tanggulangi dengan prosedur atau SOP seperti kemarin yang Delta,” ujar Andi Sri Juliarty, Selasa (7/9).

Soal varian MU yang disebut kebal terhadap vaksin, Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu menyebut jika cara terbaik untuk pencegahannya ada dengan penerapan 5M. Sambil menunggu hasil penelitian dari para pakar untuk mencari solusi penanganan varian ini.

“Kalau varian MU ini tidak bisa ditangkal oleh vaksin yang sudah ada, ya 5M nya. Sambil nanti para pakar bekerja keras lagi mencari tahu terhadap apa yang harus dilakukan terhadap MU,” ucapnya.

Wanita yang akrab disapa Dio itu belum mengetahui perbedaan varian MU dengan varian sebelumnya. Di Balikpapan dipastikan belum ada laporan kasus varian itu. “Kita belum tahu jelas perbedaannya, kita masih menunggu dari para pakar-pakar. Di Balikpapan sih belum ada laporan,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *