background img

VAKSIN UNTUK BALIKPAPAN TIBA BESOK

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Vaksin Covid-19 tahap kedua untuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dijadwalkan akan tiba Sabtu besok (23/1). Jumlahnya sebanyak 31.520 dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.560 untuk Kota Balikpapan.

Kepastian kedatangan vaksin itu diumumkan oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi usai penyampaian update kasus harian Covid-19 Kota Balikpapan di Balikpapan Islamic Center (BIC), Jumat (22/1).

“Besok pagi sekitar pukul 08.00 Wita akan datang vaksin yang kedua. Menggunakan pesawat Garuda,” kata Rizal kepada wartawan.

Vaksin tersebut nantinya akan dibawa dulu ke Provinsi Kaltim. Setelah itu baru dikirim kembali ke Kota Minyak -sebutan Kota Balikpapan.

“Jika sudah diterima akan dilakukan vaksinasi di Balikpapan. Tanggal berapa pelaksanaannya masih kita tunggu petunjuk,” ujar Rizal.

Untuk tahap pertama pelaksanaan vaksinasi diperuntukan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes). Sejauh ini yang sudah mendaftar sebanyak 6.167 Nakes.

“Dari jumlah itu ada 668 yang datanya belum lengkap,” ungkap Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Selanjutnya, para Nakes masih harus menunggu SMS undangan untuk dilakukan vaksin. Artinya belum tentu semuanya mendapat panggilan, karena masih akan diverifikasi oleh Kemenkes bersama BPJS Kesehatan.
“Karena data kesehatan kita ada di BPJS, jadi tidak bisa bohong. Saat akan divaksin nanti tetap juga diperiksa lagi. Jadi, walaupun misalnya riwayat hipertensinya di BPJS belum pernah ada tapi saat di meja satu ketika ditensi itu naik, maka akan ditunda dulu,” tuturnya.

Mereka yang akan melakukan penyuntikan juga sudah disiapkan. Sebelumnya mereka telah mengikuti workshop atau pelatihan dan mendapatkan sertifikat.

“Workshop pertama itu Balikpapan mengikutkan 82 orang, kedua 35 orang. Kita bersiap lagi menunggu workshop yang ketiga. Mudahan kita bisa ikutkan lebih banyak lagi,” ucapnya.

Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk pelaksanaan vaksinasi juga telah disiapkan. Jumlahnya 47 Faskes yang terdiri dari Puskesmas, rumah sakit dan klinik.

“Puskesmas ada 27, selebihnya rumah sakit dan klinik termasuk klinik di bawah TNI dan Polri,” tandas wanita yang akrab disapa Dio itu.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *