background img

TOLONG SUAMIKU

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Waktu menunjukkan pukul 04.00 Wita saat Wagiyem tengah terlelap dalam kamar rumahnya di kawasan Kilometer 1,5 Jalan Soekarno Hatta, RT 13 Muara Rapak, Balikpapan Utara (Balut), Selasa (8/3).

Tak ada yang berbeda dari malam itu di rumahnya. Namun, suasana yang semula senyap, menjadi mencekam ketika seorang pengemudi Gojek menggedor-gedor pintu rumahnya.
“Bu, bangun, bangun, ada kebakaran,” teriak pengemudi Gojek yang menggema di telinga wanita berusia 50 tahun itu.
Ibu tiga anak itu kemudian langsung terbangun dari tidurnya. Dengan wajah yang tegang, ia menuju pintu depan. Kaget bukan kepalang, saat membuka pintu dia langsung melihat kobaran api sudah mengamuk di ruko yang berada tepat di samping rumahnya.
“Saya ke luar ternyata sudah besar api. Rumah (ruko) sebelah ini sudah terbakar separuh. Saya masuk lagi, selamatkan anak saya umur 11 tahun. Setelah itu ke luar. Saya selamatkan juga sertifikat rumah,” cerita Wagiyem kepada wartawan.
Setelah aman di luar rumah, Wagiyem mendengar teriakan minta tolong dari dalam ruko yang terbakar. Belakangan diketahui milik M Noor (40). Dalam ruko itu ada M Noor berserta istrinya Tia dan dua anaknya yang masih berusia 5 dan 3 tahun. Ada juga seorang penghuni kos bernama Ujang.
“Waktu saya di luar dengar suara teriakan dari dalam. Tolong, tolong. Tapi api sudah besar. Kita semua panik saat itu,” ujar Wagiyem.
Di tengah kepanikan itu, anak tertua Wagiyem bernama Adi (30) dengan sigap menyelamatkan tetangganya itu. Namun, hanya Tia, dua anakanya dan Ujang yang berhasil selamat. Sementara M Noor terjebak di dalam kobaran api.
“Anak saya yang besar sudah selamatkan yang kecil itu sama istrinya (Tia). Mereka selamat, enggak apa-apa. Begitu juga Ujang. Suaminya pak Noor enggak sempat lagi. Api sudah membesar. Kalau ke dalam harus gendong oleh beberapa orang, karena beliau (M Noor) struk sudah lima tahun,” tutur Wagiyem.
Tia berserta dua anaknya yang sudah berada di luar rumah tak kuasa menahan tangis. Sambil mengucapkan kalimat tolong suamiku berulang. Namun, kobaran api dengan begitu cepat menghanguskan rumahnya. M Noor tak terselamatkan.
“Istrinya pas di luar teriak terus, tolong suamiku, tolong suamiku. Tapi api sudah besar. Kalau masih di ujung apinya kita masih bisa berusaha. Api cepat sekali karena bangunan kayu,” ucap Wagiyem.
Setelah hampir satu setengah jam lebih berkobar dan mengahanguskan empat bangunan ruko, petugas pemadam yang telah tiba di lokasi setelah mendapat informasi akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah.
Dalam proses pendinginan, jasad M Noor pun berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah sakit oleh petugas gabungan BPBD, Kepolisian, juga relawan.
Pagi harinya, petugas gabungan kembali menemukan dua jasad lagi yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Kedua korban ditemukan dalam keadaan berpelukan.
Dengan demikian, total ada tiga korban yang ditemukan meninggal dunia dalam kejadian itu. Semuanya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima petugas, masih ada satu lagi korban yang belum ditemukan. Petugas pun berupaya melakukan pencarian terhadap satu korban tersebut.
“Masih dilanjutkan dengan pencarian satu orang lagi. Ini berdasarkan laporan warga. Kita berharap mudah-mudahan tidak ada,” tutur Plt Kepala BPBD kota Balikpapan, Zulkifli.
Zulkifli menyebut kemungkinan besar korban dalam keadaan tertidur saat kebakaran berlangsung. Sehingga mereka tak sempat menyelamatkan diri.
“Jenis rumah ini kan ruko bertingkat. Kemungkinan kalau tidur di lantai terpisah dengan yang terbakar sulit untuk menyelamatkan diri. Penemuan tadi di bawah tangga, berarti ini upaya penyelamatan diri tapi terlambat,” tandasnya.
Hingga kini belum diketahui penyebab pasti dari musibah tersebut. Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.