background img

TIPS MUDAH MERAWAT MOTOR DI MUSIM HUJAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Musim penghujan tengah memasuki fase puncak. Jika hujan turun, biasanya ada beberapa kendala harus dilalui pengendara sepeda motor seperti genangan air, sehingga motor memerlukan perawatan ekstra.
Karena guyuran air hujan dapat mengakibatkan sejumlah kerusakan pada beberapa bagian sepeda motor. Untuk itu perawatan sepeda motor tetap harus dilakukan agar motor tetap aman dan nyaman ketika digunakan.
“Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, ada beberapa tips mudah merawat sepeda motor kesayangan saat musim hujan,” kata Manager Service PT. Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Area Kaltimtara, Alian Noor.
Hal apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut uraiannya.

Pertama, perhatikan kondisi dan tekanan ban.
Kembang ban motor harus dalam keadaan tidak habis atau aus. Ban yang sudah aus mengakibatkan daya cengkraman terhadap jalan berkurang, apalagi kondisi hujan.
Juga pastikan ukuran dan tekanan ban selalu dalam kondisi standar untuk memaksimalkan daya cengkram ban di jalan dengan tetap mengikuti standar tekanan ban yang direkomendasikan oleh Pabrikan.

Kedua, cek kondisi busi dan cangklong busi.
Busi merupakan jantung dari sepeda motor. Usai mencuci motor, buka karet penutup busi untuk melihat apakah kemasukan air atau tidak. Jika basah, keringkan busi dengan kain. Agar proses pengapian kembali lancar, ada baiknya busi dibersihkan juga.
Pastikan juga cub supressor dalam kondisi prima, terutama karet seal-nya, karena jika karet atau seal cup supressor dalam kondisi kurang baik, busi akan korsleting jika motor dipakai dalam kondisi hujan, terlebih jika cub supressor terkena air hujan.

Ketiga, Perhatikan Rantai.
Usai menerabas genangan air di saat hujan, ada baiknya untuk mengecek kembali rantai, karena sifat air hujan yang asam, bisa menimbulkan karat pada rantai motor.
Cek dan pastikan kondisi rantai sepeda motor, bersihkan dan berikan pelumas rantai pakai oli SAE 80-90 karena air hujan mengandung zat asam tinggi.
Terlebih jika tak ada penutup rantai. Segera bersihkan dengan air, dan jika kendor bisa dikencangkan kembali.

Keempat adalah CVT. Bagi pengguna motor matic disarankan bila ingin aman jangan paksakan menerobos genangan air (tinggi) di jalan.
Sebenarnya nerabas genangan air atau banjir bagi motor matic tidak ada masalah, asalkan batas tutup CVT masih oke, bahkan tutup filter. Nah, setelah berhasil melalui banjir coba minggir dulu. Matikan mesin, cek apakah ada air masuk kebagian CVT.
Apabila ada air masuk ke CVT, segera buang air tersebut dengan cara melakukan standar samping lalu buka selang hawa yang berada di bawah CVT. Biasanya di motor matic terdapat selang ini, dan tampilannya transparan, copot selang dan tunggu beberapa saat, memastikan tidak ada air yang masuk ke bagian CVT.

Kelima, Melibas Genangan Air.
Saat motor dipaksakan melibas genangan air pastikan tidak mencapai ketinggian lubang filter udara, Sebab jika kemasukan, akan terjadi fenomena water hammer, risiko mogok, blok mesin retak, piston pecah, stang seher bengkok dan komponen utama mesin juga akan mengalami kerusakan.

Keenam Cuci Motor.
Sebaiknya sering melakukan pencucian motor terutama setelah terkena air hujan, agar cover-cover, pelek, frame dan lainnya tidak terjadi perubahan warna.
Segera cuci motor setelah menerabas hujan. Hal ini karena air hujan memiliki kandungan zat asam yang cukup tinggi.
Jika didiamkan, air hujan yang menempel bisa merusak warna cat hingga terlihat pudar. Cuci seluruh bodi motor dan juga bagian-bagian penting lainnya.
Selain itu, fungsi mencuci motor setelah hujan untuk mencegah timbulnya karat pada bagian-bagian tertentu pada sepeda motor.

Ketujuh, Lampu LED.
Motor yang menggunakan lampu model LED, jika arah cahaya lampu berada dalam posisi normal, sebaiknya arah cahaya lampu depan dibuat lebih mengarah ke bawah.
Agar pencahayaan lampu menjadi lebih maksimal ketika digunakan dalam kondisi hujan.
Jika mengarah ke depan jauh, membuat pengendara menerima pantulan cahaya lampu dari cermin yang terbentuk oleh rintikan hujan.

Kedelapan, Cek Kampas Rem.
Dikarenakan Kampas rem terbuat dari asbes. Jika terkena air, kondisi kampas rem akan menggelembung dan mengeras ketika kering.
Usai mencuci motor, ada baiknya menginjak pedal rem agar kampas rem cepat kering. Hal ini untuk menghindari pengerasan saat pedal rem diinjak dan rem tak berdecit.
Untuk rem cakram, yang perlu dilakukan hanya cukup membersihkan kotoran atau noda air yang menempel pada piringan cakram.

Sembilan, Bersihkan Saringan Udara.
Ingin motor awet, bersihkan saringan udara, karena saringan udara juga menjadi salah satu komponen yang bisa ditilik. Usai menerabas hujan dan motor dicuci, pastikan kalau saringan udara kering.
Jika basah, maka pembakaran di ruang bakar mesin bisa terganggu. Bila seperti itu segera keringkan.

Sepuluh, Cek Knalpot.
Hindari karat, tengok kondisi knalpot, apakah kemasukan air atau tidak. Bila motor menerabas genangan air tinggi, ada kotoran bahkan air yang ikut masuk ke dalam knalpot. Jika air yang masuk cukup banyak, segera cek oli motor di bengkel terdekat.
Hal ini mengetahui apakah air masuk ke ruang pembakaran, karena bisa berpeluang merusak mesin. Bila mesin kemasukan air segera ganti oli dengan yang baru.
Sebelas, Servis Berkala.
Yang paling penting adalah, melakukan pemeriksaan motor secara berkala dan rutin di bengkel resmi terdekat, agar performance motor tetap selalu terjaga dan pergunakanlah Yamaha Genuine Part untuk motor kesayangan. (*)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *