background img

TIGA BULAN AKTIVITAS WARGA 3 RT TERHAMBAT

10 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Hampir tiga bulan terakhir aktivitas warga di RT 13, 11 dan 15 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara (Balut) terhambat. Karena aksi penutupan akses jalan yang dilakukan oleh seorang warga.

“Penutupan jalan ini sangat berdampak pada aktivitas kami, sudah hampir tiga bulanan. Padahal akses ini dimanfaatkan oleh warga tiga RT, yakni 11,13 dan 15,” kata seorang warga RT 1 Muji, saat ditemui di lokasi, Selasa (21/12).

Dia sangat menyayangkan aksi sepihak tersebut. Menurutnya, jika memang ada permasalahan keluarga harusnya bisa dibicarakan baik-baik. “Kalau seperti ini masyarakat yang kena imbasnya. Kita harus mutar jauh lagi,” ungkapnya.

Suwarno, warga RT 13 juga menyampaikan hal keluhan serupa. Dirinya merasa keberatan dengan adanya penutupan akses jalan tersebut. Karena bukan hanya dilalui oleh satu atau dua warga, melainkan dimanfaatkan oleh warga di tiga RT.

Berbagai upaya telah dilakukan. Dengan mediasi sebanyak lima kali dengan pihak Kelurahan. Namun tak juga menemui titik terang. Bahkan persoalan ini juga sudah dilaporkan ke pihak Polsek, BPN hingga DPRD.

“Sudah lapor, tapi belum ada reaksi. Kami berharap jalan bisa dibuka sehingga tidak ada anak dan cucu hingga masyarakat terganggu akibat penutupan. Karena jalan itu merupakan fasilitas umum,” tuturnya.

Soal alasan penutupan jalan yang dilakukan oleh seorang warga, Suwarno menyebut jika yang bersangkutan mengklaim bahwa jalan tersebut masuk di area tanah miliknya.

“Jalan ini juga sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah mulai dari pengecoran jalan, dan pembangunan jembatan kecil oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sehingga dapat dipastikan jalan ini masuk dalam fasilitas umum,” sebutnya.

Penutupan akses jalan ini mendapatkan perhatian dari Satpol PP Kota Balikpapan. Selasa siang petugas mendatangi lokasi dan melakukan mediasi dengan seorang warga yang melakukan penutupan jalan.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP BalikpapanYuli Rulita menyebutkan bahwa pihaknya berpegang dengan Peraturan Daerah (Perda).

Tidak membolehkan adanya penutupan jalan tanpa izin. Terlebih jalan tersebut merupakan akses jalan yang mudah dilalui oleh mobil, sehingga di sini pihaknya memikirkan untuk kepentingan orang banyak.

“Kami pentingkan persoalan masyarakat banyak. Ini juga bertujuan agar tidak mengambat akses jalan, seperti ketika ada kebakaran pemadaman mau masuk. Atau ada orang sakit menggunakan ambulan. Itu yang kami antisipasi, jangan sampai terhambat,” ucapnya.

Kini jalan tersebut telah dibuka usai mediasi. Jika nantinya dilakukan penutupan kembali, warga dipersilahkan untuk melaporkan kepada Satpol PP agar segera ditindaklanjuti. “Yang jelas kami sudah bernegosiasi dan yang bersangkutan sudah bersedia untuk membuka akses jalan ini,” tandasnya.

Ftedy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.