background img

TERBUAI JANJI MANIS, MASUK PERANGKAP INVESTASI BODONG

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Terbuai janji manis mendapat keuntungan besar, sejumlah warga Kota Balikpapan masuk ke dalam perangkap penipuan berkedok investasi bodong. Mereka mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan kepolisian. Pelaku utama berinisial M juga sudah ditangkap jajaran Polsek Balikpapan Timur. “Iya benar, pelaku utama berinisial M sudah kami tangkap,” kata Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Imam Syafi’i, Senin (29/8).
Salah satu korban S (38) menceritakan awalnya diajak investasi pengadaan barang oleh pelaku M. Saat itu, S dijanjikan keuntungan berkisar 15 persen dari modal yang diinvestasikan.
Tak ada sedikit keraguan dari S. Terlebih produk investasi ini sudah diikuti banyak orang dan berbadan hukum. Awal kerjasama berjalan lancar, termasuk pemberian keuntungan dan ada juga yang sudah menerima pengembalian modal dan keuntungan.
“Namun, ketika mulai tanam modal baru mulai macet. Itu dari Desember 2021 sampai sekarang. Saya merugi hingga Rp 46 juta,” ujar S kepada wartawan, Minggu (28/8) sore.
Korban lainya A (24). Dia mengalami kerugian hingga Rp 65 juta. A tertarik lantaran melihat teman kerjanya yang ikut investasi dan membuahkan hasil.
“Itu yang membuat ikut tertarik. Awal modal hanya dari jutaan. Karena lancar, lama kelamaan nambah lagi hingga akhirnya total modalnya Rp 64 juta dan tidak kembali sampai sekarang,” akunya.
Padahal modal investasi yang dia setorkan, bukan dari kantong pribadi. Melainkan dana pinjaman dari bank. “Saya itu ngambil uang di bank dengan asumsi bisa mencicilnya pakai keuntungan yang didapat dari investasi,” ungkapnya.
A berharap pelaku segera diproses secara hukum. Kemudian aset yang dimiliki pelaku disita dan dikembalikan ke para korban. “Jika uang tidak ada, setidaknya pelaku dihukum,” harapnya.
Apa yang dirasakan S dan A, juga dialami DS (33). Bahkan kerugian yang dia alami hingga lebih dari satu miliar. Awal mulanya dia bisa tertipu karena pelaku M merupakan teman kerjanya di sebuah perusahaan.
“Awal mulanya bisnis bukan investasi. Kemudian pelaku menawarkan proyek di beberapa perusahaan kepada saya. Karena tertarik, saya menanam modal hingga 1,4 miliar,” ucap DS.
DS mengaku berani menanamkan modal besar usai dijanjikan mendapat keuntungan setelah 45 hari. Nyatanya itu hanyalah janji manis. “Tiga bulan berjalan akhirnya terbogkar dan sampai sekarang saya belum terima hasil investasi,” tandas DS.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.