background img

TERBONGKARNYA AKSI PENGGELAPAN SOLAR DI PERUSAHAAN MIGAS

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tim gabungan Ditpolairud Polda Kaltim dan Tim Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim meringkus empat oknum pekerja sub kontraktor di salah satu perusahaan Migas. Adalah H, R, TI dan JT, yang merupakan karyawan subkon dari dua kasus berbeda. Satu penadah berinial K turut diamankan.
Mereka harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah praktik penggelapan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang mereka jalankan terbongkar.
Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Tatar Nugroho menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan maraknya pencurian di lokasi Rig PHM yang berada di kawasan perairan Kutai Kartanegara.
Berbekal laporan tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan. Dipimpin Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltim AKBP Teguh Nugroho, dengan melibatkan Tim Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim.
“Setelah penyelidikan, dilakukan analisis melalui IT oleh Direktorat Kriminal Khusus. Dan berhasil mengerucut pada suatu kesimpulan bahwa ini adalah penggelapan. Kemudian dilakukan tindakan kepolisian dengan menangkap lima pelaku,” jelas Tatar dalam pers rilis, Kamis kemarin (14/4).
Para pelaku, lanjut Tatar, dari dua kasus berbeda. Kasus pertama dengan tersangka H dan R. Mereka merupakan petugas di kapal suplai milik perusahaan migas. Polisi juga menetapkan K, yang merupakan penadah solar hasul penggelapan.
Selain tersangka, kepolisian menyita barang bukti dua unit kapal kelotok, satu mesin pompa, enam jeriken dengan kapasitas masing-masing 40 liter, dan satu tandon ukuran 1000 liter.
“Dalam menjalankan aksinya, tersangka memindahkan solar dari kapal suplai ke kapal kelotok milik penadah menggunakan pompa di kawasan Perairan Peciko, Kuala Samboja, Kukar,” ungkapnya.
Sedangkan untuk kasus kedua, tim gabungan mengamankan dua orang tersangka dari kapal suplai yakni TI dan JT. “Untuk barang bukti ada uang Rp 7 juta, BBM jenis solar 500 liter, satu tandon kapasitas 1.000 liter,” ucapnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dua pasal berbeda. H, R, TI dan JT dijerat pasal 374 tentang penggelapan dengan ancaman piadana penjara lima tahun penjara. Sementara K, yang merupakan penadah Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.