background img

TEPIS KABAR DUKUNGAN PENGHENTIAN LIGA 2

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Publik tengah ramai dengan pemberitaan soal Liga 2 yang dihentikan. Kemudian belakangan beredar surat keputusan rapat Exco PSSI tentang penghentian Liga yang ditandatangani sejumlah klup. Termasuk Persiba Balikpapan.

Perihal itu, Direktur Operasional Persiba Balikpapan Imam Turmudzi langsung menepis adanya dukungan untuk menghentikan Liga 2. Ada indikasi pemalsuan surat beredar, yang redaksinya berbeda dari pertemuan pemilik klub (owner meeting) Liga 2 pada 14 Desember 2022 lalu.

“Jelas Itu bukan tanda tangan saya. Kita akan bersurat ke PSSI sama PT LIB klarifikasi, kalau itu bukan tanda tangan saya mewakili klub. Saya meeting sama pak Gede (presiden klub) dulu terkait langkah selanjutnya,” kata Imam, Jumat (13/1).

Imam menyebut, pada 14 Desember 2022 pengurus klub Liga diundang PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi. Membahas terkait kelanjutan Liga 2 2022/2023 dapat dilangsungkan dengan sistem buble atau terpusat atau tidak dilanjutkan.

“Saya tanda tangani itu saat owner meeting. Dan ada kesepakatan kalau liga dilanjutkan dengan sistem bubble dimana semua operasional tanggung jawab PT LIB. Klub-klub Liga 2 lebih banyak yang minta Liga dilanjutkan termasuk Persiba Balikpapan,” ucapnya.

Diketahui, Rapat Exco PSSI memutuskan untuk menghentikan kelanjutan kompetisi Liga 2 musim 2022/2023. Keputusan itu diambil dalam rapat yang berlangsung di kantor PSSI, GBK Arena, Kamis (12/1).

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan, keputusan yang diambil pihaknya berdasarkan pertimbangan berbagai faktor. Pertama, adanya permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan.
“Hal ini terjadi karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator serta pelaksanaan atau kelanjutan Liga 2 sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023,” terangnya.

Faktor kedua, rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia usai tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat.

Kemudian berdasarkan Perpol Nomor 10 Tahun 2022, mengamanatkan proses perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.

Dalam rapat Exco tersebut PSSI juga memutuskan dan memerintahkan kepada PT Liga Indonesia Baru untuk memfasilitasi pembentukan operator baru untuk pelaksanaan Liga 2.

Sementara untuk Liga 1, kompetisi tersebut akan tetap berjalan dan tanpa ada degradasi. Hal ini karena penyesuaian kompetisi Liga 2 yang tidak berjalan.

Sementara untuk wakil Indonesia di kompetisi AFC musim 2023/2024, PSSI akan menggelar play-off yang diikuti oleh juara Liga 1 2021/2022 versus juara Liga 1 2022/2023.

“Terakhir, untuk Liga 3 putaran nasional 2022/2023 resmi dihentikan. Bagi Asprov yang telah memutar, kuotanya tetap dapat digunakan pada kompetisi selanjutnya,” tandas Yunus.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.