background img

TENDA DARURAT DIPERTIMBANGKAN

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penambahan jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Selain menambah tempat tidur, Pemkot juga mulai mempertimbangkan untuk mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit jika lonjakan pasien terus terjadi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty saat diwawancarai awak media di Pemkot Balikpapan, Rabu (7/7) sore.

“Sangat dimungkinkan (buka tenda darurat) di halaman semua rumah sakit yang menangani pasien Covid. Kalau memang tidak terkendali,” kata wanita yang akrab disapa Dio itu.

Keberadaan tenda tersebut sangat dibutuhkan agar pasien Covid-19 yang terus berdatangan bisa tetap mendapatkan perawatan medis. Sebab tingkat keterinisian rumah sakit sudah seratus persen, baik di ruang isolasi juga ICU.

Hal itu karena sudah terjadi ketidakseimbangan antara kecepatan kasus penularan positif pada tingkat masyarakat dengan kecepatan rumah sakit mengkonversi kamar-kamarnya.

“Keterisian di rumah sakit sudah seratus persen, penuh terus. Kalaupun ada yang keluar dari ICU misalnya, itu enggak lama terisi penuh lagi. Paling beda di jamnya saja,” ungkapnya.

Tak hanya di rumah sakit, kondisi itu juga rupanya terjadi di tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 yang disiapkan Pemkot Balikpapan. Keterisiannya sudah di ambang batas.

Di Hotel Grand Tiga Mustika (GTM) misalnya. 106 tempat tidur di 53 kamar yang disewa Pemkot Balikpapan sudah terisi penuh oleh pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

“Di Grand Tiga Mustika sudah penuh. Sekarang kita tambah, sewa 30 kamar yang masing-masing berisi dua tempat tidur. Jadi ada tambahan 60 tempat tidur,” akunya.

Di Embarkasi Haji juga demikian, ketersediaan tempat tidur untuk isolasi pasien Covid kian menipis. Dari 300 tempat tidur sudah terisi 250, artinya hanya tersisa 50.

Tentu butuh penambahan ruangan di sana, agar pasien yang hendak melakukan isolasi mandiri bisa tertampung. Hanya saja gedung yang tersisa di embarkasi tinggal satu. Letaknya tak jauh dari tempat tenaga kesehatan tinggal.

“Selama ini tidak digunakan supaya tenaga kesehatan tidak terpapar. Tapi kalau memang masih terus terjadi lonjakan ya apa boleh buat, gedung itu digunakan,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *