background img

TENAGA SURVEILANS KEWALAHAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Penyebaran kasus Covid-19 di Kota Balikpapan kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif meningkat signifikan. Rata-rata penambahan di atas angka seratus.

Pada Jumat (8/1) jumlah yang terpapar oleh virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tersebut bertambah sebanyak 129 kasus baru.

Tingginya jumlah kasus tersebut rupanya membuat Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan kewalahan.

Jumlahnya hanya delapan orang, sedangkan mereka harus menelusuri riwayat perjalanan pasien yang sudah teridentifikasi positif Covid-19. Sekaligus juga mendata orang-orang yang melalukan kontak erat dengan pasien, serta kondisi rumah.

“Saat ini cuma delapan orang saja tenaga kita. Makanya kelelahan. Ini saja kami maksimalkan sampai pukul 15.00 Wita untuk melakukan pendataan,” kata Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty, Jumat (8/1).
Survey data yang dilakukan, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, membutuhkan waktu yang panjang dan banyak menemui kendala. Mulai dari pasien yang sulit dihubungi hingga pasien yang tidak terbuka ketika ditanya.

“Kadang mereka enggak mau terbuka. Misal ditanya gejala, jawabnya tidak ada. Ada juga yang enggak punya nomor handphone, jadi kami teruskan lagi ke Puskesmas,” ujar Dio.

Data padahal sangat penting untuk bisa menyesuaikan apakah dilakukan isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit.

“Jadi bisa dilihat dari sini. Kalau dia isolasi di rumah, nanti pihak Puskesmas yang akan melakukan pemantauan dan pemberian obat,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya saat ini belum kepikiran untuk menambah tenaga surveilans. Masih memaksimalkan tenaga yang ada. “Kami maksimalkan tenaga yang ada dulu,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *