background img

TEMPAT WISATA KEMBALI DITUTUP

8 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menutup tempat wisata dan sejumlah fasilitas umum.

Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya potensi peningkatan penyebaran Covid-19, seiring dengan peningkatan status Kota Balikpapan yang saat ini sudah berada dalam zona merah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan, meski Kota Balikpapan saat ini berada PPKM level 1, pihaknya menerapkan kebijakan PPKM level 2 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan status PPKM yang saat ini masih berada level 1 naik ke level 2 atau 3, seiring dengan lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yang telah mendudukkan Kota Balikpapan sebagai zona merah.
“Level satu ini sebenarnya dalam pelaksanaannya level 2. Kita banyak membatasi kegiatan-kegiatan masyarakat,” kata pria yang disapa Zul ini ketika diwawancarai wartawan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Jumat (4/2).
Menurut Zul, sesuai dengan surat edaran Wali Kota Balikpapan, penutupan tempat wisata dan fasilitas umum ini diberlakukan setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu, selama periode 4 hingga 12 Februari 2022.
“Pertimbangannya adalah penutupan tempat tersebut karena meski saat ini cakupan vaksinasi untuk orang dewasa sudah di atas 100 persen, namun di tempat-tempat tersebut bisa menjadi tempat berkumpul keluarga yang anaknya belum tentu diberikan vaksin,” ujarnya.
Ia menambahkan, khusus arena permainan anak yang ada di kawasan pusat perbelanjaan, pihaknya juga mewajibkan kepada pihak pengelola untuk menggunakan aplikasi peduli lindungi, sehingga anak yang diperbolehkan masuk ke arena bermain adalah yang sudah pernah diberikan vaksinasi.
“Makanya juga untuk tempat-tempat bermain anak yang ada di mall itu juga terapkan aplikasi peduli lindungi, jadi anak yang bermain di sana benar-benar sudah divaksin sehingga aman,” tambahnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.