background img

TELUR BANSOS DIGANTI 50 RIBU TOPLES KUE KERING

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengganti jatah telur dalam daftar bantuan sosial masyarakat terdampak Covid-19 dengan kue kering.
Hal itu dilakukan terkait kelangkaan telur yang terjadi di Kota Balikpapan menjelang Lebaran, sehingga tidak mencukupi untuk memenuhi jatah paket bantuan sosial yang akan dibagikan.

“Posisi bahannya agak berubah untuk tahap kedua ini, karena saat ini orang berebut telur karena mau Lebaran,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ketika diwawancarai wartawan.

Menurut Rizal, berdasarkan daftar kebutuhan penyediaan paket bantuan sosial yang akan diserahkan pada penyaluran bantuan sosial tahap kedua di bulan Mei ini, jumlah telur yang dibutuhkan tercatat mencapai 100 ribu piring.

Kebutuhan itu tidak mampu tercukupi, karena tingginya permintaan telur di pasaran menjelang Lebaran. Sehingga Pemerintah Kota berinisiatif mengganti dengan kue kering.“Orang berebut, jadi tidak gampang kita menyediakan 100 ribu piring telur. jadi telurnya ditiadakan diganti dengan kue kering,” jelasnya.

Untuk memenuhi kekurangan telur yang disediakan dalam paket sembako yang dibagikan untuk bantuan sosial, Pemerintah Kota Balikpapan berencana akan membeli sekitar 50 ribu toples kue kering.Puluhan ribu toples kue kering yang dipesan berasal dari hasil produksi dari 100 ribu unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Balikpapan.

“Diganti dengan 50 ribu kue kering yang dipesan dari 100 ribu UMKM yang ada di Kota Balikpapan,” ujar Rizal.Untuk memenuhi target penyaluran bantuan sosial tahap kedua bulan Mei, yang dijadwalkan mulai tanggal 19 Mei 2020 mendatang, pihaknya meminta kepada para UMKM yang dilibatkan untuk menyelesaikan pembuatan kue kering yang dipesan lebih cepat.

“Ibu-ibu ini lagi berlomba bikin kue kering karena waktunya 1 minggu tanggal 19 Mei, rencana akan dimulai didistribusikan sebelum Lebaran,” terangnya.Upaya pelibatan UMKM ini bertujuan untuk membantu pada pemilik usaha bertahap di tengah dampak pandemi virus Corona, sehingga tetap bisa bertahan dan tetap hidup usaha yang dijalankan.“Pembelian 50 ribu toples kue kering itu untuk membangkitkan UMKM kita di tengah pandemi Corona, Supaya UMKM bisa hidup,” tambahnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *