background img

TAUBATAN NASUHA MENANGKAL PANDEMI COVID-19

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia akhir-akhir ini terlihat semakin mengerikan. Bahkan, setelah diterapkan New Normal, alih-alih penyebarannya semakin landai, malah peningkatan kasusnya meningkat tajam.

Hal ini, mengakibatkan banyaknya korban yang terus berjatuhan. Alhasil, dampak pandemi semakin parah, tidak hanya dalam aspek kesehatan, problem-problem ekonomi dan sosial pun makin meningkat.

Beristighfar, dzikir, taubat dan berdoa memohon kepada Allah adalah sikap yang memang harus dimiliki oleh setiap muslim dalam menghadapi dan menjalani kehidupan ini.

Istighfar hendaknya juga diikuti dengan taubat yakni taubatan nasuha sebagai jalan yang ditunjukkan Allah SWT kepada hamba-Nya yang berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.

“Kita harus anggap musibah ini corona virus sebagai musibah dari Allah, selain upaya zahir, harus juga ada upaya batinnya seperti dengan memperbanyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah bahwa ini bisa jadi adalah akibat kelalaian-kelalaian kita yang kemarin-kemarin karena kita belum mau mendekatkan diri kita kepada Allah SWT,” kata Ustadz Madroi dalam program Sajadah yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (16/7).

Menurutnya, ada dua upaya yang harus kita jalankan dalam menangkal musibah, yang pertama adalah upaya zahir, kita harus mengikuti protokoler kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah, di saat kita keluar rumah ya kita menggunakan masker dengan baik, di saat kita berkerumun juga kita harus menjaga jarak. Dan rajin mencuci tangan dari aktivitas-aktivitas yang memang tidak terlalu penting.

“Protokoler kesehatan yang diterapkan ditetapkan oleh pemerintah ini adalah upaya kita dalam menangkal penyebaran atau memutus rantai penyebaran virus Corona yang mana kita lakukan secara zahir,” terangnya.
Dari sisi lainnya, yang kedua, ada juga upaya yang harus kita lakukan dari sisi batin, kita sadar bahwa bencana yang Allah SWT turunkan ini macam-macam alasannya, bisa jadi karena memang bencana itu Allah turunkan sebagai musibah, sebagai ujian bagi kita, bisa jadi itu sebagai teguran bagi kita barangkali selama ini kita lalai dan bisa juga itu adalah azab bagi orang-orang yang memang berbuat dosa tapi lupa dengan apa yang dia lakukan.

“Kedua upaya ini yaitu upaya zahir dan upaya batin ini harus beriringan melakukannya, selain kita melakukan protokoler kesehatan dengan baik, kita juga harus meningkatkan ibadah kita, perbanyak istighfar mengakui kesalahan-kesalahan kita, saling memaafkan. Dan inilah memang harus kita lakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatannya, ia mengajak kepada umat muslim agar berupaya sekuat tenaga, sebisa mungkin dan semaksimal mungkin agar wabah ini segera berhenti dan kita semua terselamatkan.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *