background img

TAK LAGI 14 HARI, MASA PERAWATAN PASIEN COVID AKAN DIUBAH

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Balikpapan Balikpapan membuat kondisi keterisian di rumah sakit rujukan penuh. Kondisi ini tentu harus disikapi serius, jika tidak mereka yang baru terpapar akan kesulitan mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, sejumlah opsi telah disiapkan untuk menyikapi perihal itu. Salah satunya, jika kasus terus meningkat, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP).

Koordinasi tersebut untuk melihat kondisi pasien. Jika dalam masa perawatan kondisi pasien stabil, maka akan dipulangkan atau dilakukan isolasi mandiri di tempat yang disiapkan pemerintah. Tanpa harus menunggu 14 hari perawatan di rumah sakit.

“Biasanya pasien dirawat 14 hari, jika memang kondisi stabil dan itu DPJP yang punya kewenangan menentukan, maka dia (pasien) ke isolasi mandiri,” kata wanita yang akrab disapa Dio itu, Senin (28/6) kemarin.

“Jadi ada konsep seperti itu. Ada yang sudah stabil hari ke tujuh lakukan isolasi mandiri. Tapi tidak kembali ke rumah, isolasi di tempat yang kita siapkan sampai benar-benar sembuh atau negatif,” lanjutnya.

Hal itu dilakukan agar pasien lain yang bergejala berat bisa tertangani, karena keterisian di rumah sakit saat ini sudah penuh.

“Kemarin memang para direktur rumah sakit menyampaikan bahwa rumah sakit utama itu sudah penuh, seperti Kanujoso, Pertamina, dan RSUD Beriman,” ungkap Dio.

Sejatinya, peningkatan kasus ini sudah direspon oleh seluruh rumah sakit rujukan pasca Lebaran kemarin. Sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan dan edaran Wali Kota Balikpapan untuk meningkatkan kapasitas.

RS Kanujoso misalnya, sudah menambah 160 tempat tidur dan 14 ICU. Begitu juga dengan RS Pertamina sudah nambah 20 tempat tidur dan lima ICU. Serta RS Tentara, Bhayangkara, RSUD Beriman dan lainnya juga demikian.

Namun, penambahan tempat tidur dan ICU tersebut berbanding terbalik dengan peningkatan kasus yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

“Semua rumah sakit sudah merespon dengan peningkatan kapasitas. Tapi kondisinya sekarang sudah penuh,” tutur Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan itu.

Ia menambahkan, yang menjadi masalah sekarang adalah jumlah tenaga kesehatan. Sebab jika tempat tidur dan ICU ditambah, tentu harus disertai dengan tenaga kesehatan.

“Bagaimana ICU bisa ditambah, namun tenaganya tidak ditambah. Ini menjadi suatu masalah. Jadi tidak mudah untuk menambah satu ICU,” ucapnya.

Di sisi lain tenaga kesehatan juga banyak yang kembali terpapar oleh Covid-19. “Informasinya tadi di RSUD Beriman ada dua tenaga kesehatan yang positif, dan RSKD ada sekitar lima. Ini harus kita pikirkan semua,” tuturnya.

Kabar baiknya, ketua Persi atau Persatuan Rumah Sakit se-Kalimantan Timur berkomitmen dan telah mengimbau kepada seluruh direktur rumah sakit untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal dalam kondisi apapun.

“Apapun kondisinya harus tetap melayani karena sudah diberikan amanah sebagai penjaga gawang terakhir. Entah nanti merawat di aula atau ruangan lainnya. Itu sudah disampaikan oleh ketua,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *