background img

TAHUN AJARAN BARU MASIH DARING

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Setelah menanti cukup lama, akhirnya para orang tua khususnya di Kota Balikpapan mendapatkan kepastian mengenai tahun ajaran baru dan bagaimana proses belajar mengajar yang akan diberlakukan.

Hal itu menyusul telah dikeluarkannya keputusan dari Pemerintah Pusat pada Senin (15/6). Yakni, hanya membolehkan wilayah zona hijau menggelar belajar mengajar di sekolah atau tatap muka. Sedangkan yang zona merah, kuning dan oranye itu tidak boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Mengacu pada keputusan tersebut, maka proses belajar mengajar di Kota Balikpapan pada tahun ajaran baru yang dimulai tanggal 13 Juli 2020 akan dilakukan secara online atau daring.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin. Ia mengatakan, Kota Balikpapan termasuk zona merah, maka pembelajaran tidak bisa dilakukan tatap muka.

“Walaupun sebetulnya kita punya rencana kemarin itu bisa kombinasi, antara pembelajaran daring dan tatap muka. Nah karena instruksinya seperti itu, tentu Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan mulai Paud hingga SMP yang berada di wilayah kewenangan kami, pembelajaran tahun ajaran baru tahun 2020/2021 dilaksanakan secara daring,” kata Muhaimin di kantor Pemkot Balikpapan, Selasa (16/6) sore.

Saat ini, lanjut Muhaimin, pihaknya masih menunggu arahan secara teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya juga akan berkoordinasi kembali dengan Direktorat Paud Dikmas dan Direktorat Pendidikan Dasar untuk mengetahui apakah boleh misalnya ada serimonial pelaksanaan tahun ajaran baru.

“Misalnya anak-anak masuk perwakilan dari kelas enam sampai kelas satu di SD. Kemudian tujuh sampai kelas sembilan di SMP dan dengan jumlah yang sangat terbatas serta protokol kesehatan untuk menandai dimulainya tahun ajaran baru. Atau nanti misalnya petunjuknya harus zoom meeting. Kita akan ikuti,” ujarnya.

Muhaimin tidak menampik jika hal itu diterapkan akan ada yang hilang. Misalnya anak-anak yang dari TK ke SD. Baru pertama kali masuk sekolah dan ternyata tidak bisa melihat sekolahnya serta tidak bisa melihat guru-gurunya.
“Memang ada yang hilang di sini. Tapi kita kembali ke konsep awal yang disampaikan pak Menteri. Bahwa pendidikan itu penting, tapi kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidikan dan guru adalah prioritas utama,” ungkapya.

Muhaimin berharap, mudah-mudahan ke depan situasi bisa memungkinkan. Sehingga ada regulasi baru yang memungkinkan ada tatap muka. “Mudahan bisa memungkinkan. Kita kombinasi daring dan tatap muka,” ucapnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *