background img

SULIT PENUHI TARGET TRACKING

11 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meminta bantuan pengadaan mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat diwawancarai wartawan, Selasa (10/11) di Kantor Wali Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota.

“Kita ada kirim surat lewat Panglima Kodam VI/Mulawarman ke BNPB meminta bantuan satu mobil PCR. Mudahan bisa dipenuhi,” kata Rizal.

Menurut Rizal, adanya mobil tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan Covid-19 di Balikpapan. Sebab, sejauh ini Satgas Penanganan Covid-19 sangat kesulitan memenuhi target tracking kontak erat.

“Seseorang yang terkonfirmasi positif itu trackingnya harus sampai 30 orang. Dan kita baru 10-15 orang saja trackingnya,” ujar Rizal.

Hambatannya adalah ketersediaan anggaran. Setiap kali melakukan pemeriksaan swab harus mengeluarkan biaya.
“Di Balikpapan PCR yang kita lakukan itu bayar pakai APBD. Kalau jumlahnya banyak tentu kita punya keterbatasan,” ungkapnya.

Sementara untuk pemeriksaan swab gratis hanya ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Itu pun melayani seluruh Kabupaten dan Kota.

“PCR yang gratis ada di Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Provinsi yang dibiayai APBN,” tuturnya.
Karena itu, Rizal juga mengusulkan ke BNPB agar adanya program PCR gratis yang dibiayai APBN untuk di Kota Balikpapan.

“Misalnya nanti apakah bisa ditunjuk di RSKD, RSUD atau di RS Tentara. Dengan begitu kita bisa melakukan tracking lebih masif lagi, untuk mencapai seperti harapan tracking sampai 30 orang,” ucapnya.

Selain mobil PCR, Rizal juga mengajukan permohonan bantuan ventilator serta Alat Pelindung Diri (APD). “Mudah-mudahan bisa dipenuhi. Karena kalau jangka panjang kita juga butuh persediaan APD dan lainnya,” tandas Rizal.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *