background img

STRATEGI DAKWAH RASULULLAH

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Nabi Muhammad adalah Nabi yang paling sukses dalam berdakwah. Beliau memiliki strategi jitu dalam mengajak orang lain untuk masuk dalam agama Islam.
Dakwahnya berhasil hingga Islam tersebar ke penjuru dunia. Beliau mampu menjadi komunikator yang baik dalam menyampaikan dakwah-dakwahnya.
“Hal pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika mengemban tugasnya sebagai nabi adalah dengan strategi meluruskan aqidah umat pada waktu itu,” kata Ustadz KH Ahmad Shonhaji dalam program Sajadah Jumat yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (26/11).
Selama lebih 500 tahun tidak ada nabi yang diutus oleh Allah SWT setelah Nabi Isa, sehingga masyarakat Arab di waktu itu mencari tuhan yang akan disembah berdasarkan persepsi akalnya masing-masing. Batu mereka sembah, batu yang mereka pahat di patung, maka patung yang mereka sembah, sehingga berkembanglah penyembahan terhadap patung, penyembahan terhadap berhala.
Strategi nabi yang pertama yang dilakukan adalah bagaimana mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT.
“Maka Beliau kumpulkan tokoh-tokoh Quraisy, para pemuka-pemuka Quraisy di sebuah tempat. Saat itu nabi menyampaikan pesan risalah ilahiah, nabi merupakan pakar komunikasi, lebih paham dengan siapa beliau menyampaikan pesannya. Nabi menyampaikan bahwa Allah SWT sudah menyampaikan wahyu kepadanya untuk menjadi seorang nabi dan Rasul untuk kembali menyembah Allah SWT,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, seorang tokoh Quraisy bertanya seperti apakah tuhan yang disampaikan, apakah sama dengan tuhan mereka, namun nabi tidak langsung menjawabnya.
“Apakah pertemuan ini hanya untuk mendengarkan omongan engkau wahai Muhammad, mau kumpulkan kami di tempat ini. Jelaskan Tuhan kamu kepada kami, tuhanmu seperti apa? Tuhanmu terbuat dari apa? Apakah tuhanmu terbuat dari emas dan perak, apakah tuhanmu terbuat dari besi ataukah terbuat dari kayu? Ataukah tuhanmu terbuat dari roti sama dengan tuhan kami. Nabi tidak langsung memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut, bahkan nabi kemudian menunggu datangnya Wahyu dari Allah SWT, ” terangnya.
Maka turunlah waktu yang menjawab konsep ketuhanan dalam Islam atas pertanyaan orang kafir Quraisy saat itu, yang isinya “Katakanlah wahai Muhammad bahwa Allah tidak berbilang, esa sifat dan zat-Nya. Allah tempat bergantung, Allah tempat meminta, Allah tempat memohon, tidak ada tempat meminta kecuali kepada Allah SWT. Tidak ada tempat memohon kecuali kepada Allah SWT, dan tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT. Dan dia tidak diperanakan karena yang diperanakkan adalah makhluk dan makhluk tidak wajib disembah, sang khalik yang menciptakan segala makhluk maka Dialah yang wajib disembah. Dan tidak ada satupun yang setara dengan Allah SWT,” ujarnya.
Konsep tauhid inilah, yang pertama kali diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai strategi dakwah yang pertama untuk membangun aqidah, dan ketauhidan umat.
“Syahadat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW begitu mengagumkan, maka satu persatu sahabat terbaik datang mendekati Rasulullah SAW. Dan terikat dengan kalimat syahadat,” ungkapnya.

(MAULANA /KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *