background img

STOK BBM DAN LPG AMAN

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pada momen Idul Fitri tahun 2022 ini,
konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG diprediksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seiring dengan diperbolehkannya mudik oleh pemerintah.
Kondisi itu telah diantisipasi oleh Pertamina. Dipastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang momen Ramadan dan Lebaran nanti.
Demikian disampaikan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Freddy Anwar saat jumpa pers di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sepinggan, Selasa (19/4).
“Untuk stok, kami sampaikan kondisinya aman. Tidak ada kendala. Pertamina menjamin layanan dalam kondisi normal. Produksi April-Mei 2022 sudah diamankan,” kata Freddy kepada wartawan.

Pertamina, lanjut Freddy, telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas Rafi) yang tak hanya bersiaga di kantor region dan cabang. Tapi juga di seluruh Terminal BBM dan DPPU Sepinggan.
Pertamina juga turut menyiagakan SPBU di jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 114 SPBU yang tersebar di Kaltim sebanyak 19 SPBU, Kalbar 46 SPBU, Kalteng 15 SPBU, Kaltara tiga SPBU, dan Kalsel 31 SPBU. “Seluruh SPBU siaga ini akan beroperasi selama 24 jam,” ungkapnya.
Pihaknya memprediksi konsumsi BBM jenis Pertalite naik menjadi 4,5 persen atau 1.706 kilo liter dari 1.632 kilo liter di Kaltim, dan 4,7 persen atau 6.027 kilo liter per hari untuk wilayah Kalimantan.
Mengantisipasi lonjakan konsumsi itu, Pertamina menambah stok Pertalite sebesar 7,33 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 5.615 kilo liter per hari, menjadi 6.027 kilo liter perhari hari di wilayah Kalimantan.
“Khusus untuk Kaltim, peningkatan stok Pertalite sebesar 4,5 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 1.632 kilo liter per hari menjadi 1.706 kilo liter per hari,” ujarnya.
Sementara untuk konsumsi Pertamax diprediksi turun menjadi -1,2 persen atau 236 kilo liter per hari untuk Kaltim dan -0,8 persen atau 1.441 kilo liter per hari di Kalimantan. “Pemakaian Pertamax turun karena imbas naiknya harga, jadi masyarakat beralih ke Pertalite,” lanjutnya.
Untuk Pertamax Turbo konsumsi diprediksi meningkat jadi 13,3 persen atau 11,9 kilo liter per hari di Kaltim. Stok telah ditambah. Untuk wilayah Kalimantan, penambahan sebesar 11,2 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 34,5 kilo liter per hari menjadi 38,4 kilo liter per hari.
“Untuk Kaltim, peningkatan stok sebanyak 13,3 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 10,5 kilo liter per hari menjadi 11,9 kilo liter per hari,” sebutnya.
Begitu pula dengan kelompok Solar atau pun Biosolar yang akan mengalami peningkatan konsumsi lebih 4,7 persen di Kaltim dan 4,5 persen se-Kalimantan. Dexlite 11,6 persen dan Pertamina Dex 5,9 persen.
Stok pun telah ditambah. Untuk Solar sebesar 4,67 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 2.480 kilo liter per hari menjadi 2.596 kilo liter per hari di wilayah Kalimantan. Untuk Kaltim, peningkatan stok Solar 4,7 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 592 kilo liter per hari menjadi 620 kilo liter per hari.
Untuk Dexlite stok ditambah sebesar 13,6 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 786,8 kilo liter per hari menjadi 894 kilo liter per hari di wilayah Kalimantan. Untuk Kaltim, peningkatan stok Dexlite 11,6 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 226 kilo liter per hari menjadi 252 kilo liter per hari.
“Untuk Pertamina Dex stok ditambah sebesar 5,3 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 35,7 kilo liter per hari menjadi 37,6 kilo liter per hari di wilayah Kalimantan,” ucap Freddy.
Peningkatan juga bakal terjadi pada konsumsi LPG rumah tangga. Untuk LPG tiga kilogran di Kaltim diprediksi sebesar 5,6 persen atau 379 metrik ton dari 359 metrik ton per hari. Kemudian LPG nonsubsidi seperti Bright Gas kilogram hingga LPG kilogram akan mengalami peningkatan menjadi 123 metrik ton dari 117 metrik per hari.
Satgas Rafi 2022 telah mengantisipasi itu dengan meningkatkan stok 6,4 persen dari rata-rata normal harian atau dari konsumsi normal harian 1.313 metrik ton menjadi 1.397 metrik ton untuk wilayah Kalimantan.
Penambahan penyaluran LPG tiga kilogram telah dilakukan sejak minggu ke dua bulan April dengan penambahan fakultatif untuk wilayah Kalimantan sebanyak 1.738 metrik ton atau 579.330 tabung. Untuk wilayah Kalimantan Timur, penambahan fakultatif sebanyak 502 metrik ton atau 167.390 tabung.
“Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga menyiapkan agen dan pangkalan siaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan LPG. Sebanyak 343 agen LPG dan 1.122 outlet/pangkalan disiagakan diseluruh wilayah Kalimantan,” ucap Freddy.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.