background img

SIMULASI PTM, ANTARA SENANG DAN WAS-WAS

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Balikpapan menggelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19, Senin (14/12).

Salah satunya adalah SMPN 1 Balikpapan di Jalan Kapten Piere Tendean, Gunung Pasir, Balikpapan Tengah (Balteng). Berdasarkan pantauan KPFM, simulasi pembelajaran tatap muka dimulai sejak pukul 07.45 Wita.

Tampak protokol kesehatan diterapkan sangat ketat. Begitu siswa masuk sekolah semuanya memakai masker. Sebagian juga pakai face shield.

Satu persatu suhu tubuh mereka juga dicek menggunakan thermogun, dan tak lupa mencuci tangan.

Para siswa juga terlihat sangat gembira. Selain bisa bertemu kembali dengan teman-temannya, mereka sudah sangat rindu belajar di ruang kelas.

“Iya, senang sekali. Kami sudah lama tidak belajar di sekolah, dan akhirnya bisa ketemu dengan teman-teman lagi. Tapi ada rasa was-was juga,” kata Muhammad Fauzi (14), siswa kelas lX SMPN 1 Balikpapan.

Fauzi menilai jika belajar tatap muka di tengah pandemi ini kurang maksimal. Materi yang diperoleh sangat terbatas. “Pembelajarannya kurang. Cuma dua pelajaran. Beda dengan hari biasanya agak lama. Materinya juga banyak,” ujarnya.

Namun, sisi positifnya materi pembelajaran lebih mudah diserap ketimbang belajar jarak jauh atau online. “Kalau online kan materi saja, tidak ada penjelasan. Sedangkan kalau tatap muka ada penjabarannya. Jadi beda banget,” ungkapnya.

Perasaan yang sama juga dirasakan Nur Amalia (14). Siswa kelas lX itu juga mengaku senang bisa kembali ke sekolah. Selama ini, ia sudah sangat jenuh mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Sudah capek belajar dari rumah. Jenuh, juga enggak ada teman. Kemudian kita pegang handphone terus, takut mata rusak,” akunya.

Meski demikian, kembali ke sekolah dengan suasana yang berbeda membuat perempuan berjilbab itu merasa was-was.

“Iya, was-was aja. Khawatir kalau samapai tertular Corona. Tapi saat masuk halaman sekolah tadi itu ada protokol kesehatan semua,” tuturnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Balikpapan Arintoko menyebut, simulasi yang akan digelar selama dua hari ini menggambarkan pembelajaran pada saat tatap muka nanti.

“Mulainya pukul 07.45 sampai 11.45 Wita. Tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. Baik pada saat kedatangan, dalam proses pembelajaran maupun saat pulang nanti,” ucapnya.

Untuk kapasistas, lanjut Arintoko, hanya 50 persen dari satu kelas dan 50 persen dari keseluruhan siswa.

“Tetapi yang menyetujui ikut kegiatan simulasi ini hanya sekitar 558, dari 1.105 siswa. Penyebarannya juga tidak merata di masing-masing kelas,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *