background img

SIFAT TAWADHU

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan manusia meliputi segala hal. Fisik dan jasmani manusia dibatasi oleh ruang dan waktu. Akal dan pikiran manusia dibatasi oleh luasnya samudera pengetahuan Ilahi. Dan yang lebih penting, usia dan umur manusia dibatasi dalam skala waktu yang diberikan Allah SWT.

Menyadari akan semua keterbatasan tersebut, sudah semestinya setiap manusia memiliki sifat tawadhu atau rendah hati.

Orang yang rendah hati adalah orang yang meneguhkan keagungan dan kemahakuasaan Allah SWT. Baginya, Allah adalah sumber kehidupan sejati. Tanpa kasih dan sayang Allah, niscaya tidak ada satu pun cita dan harapan yang dapat terwujud.

“Tawadhu adalah sesuatu sifat yang mempunyai keutamaan tidak akan membuat derajat seseorang rendah malah dia akan dihormati dan dihargai masyarakat, bahkan lebih dari itu derajatnya di hadapan Allah SWT,” kata Ustadz H Syamsul Bakhri dalam program Berkah Sahur yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim di Radio KPFM Balikpapan, Jumat (7/5).

Menurutnya, sifat tawadhu artinya seseorang selalu merasa rendah hati namun bukan berarti merendahkan diri sendiri.

Sebagai seorang muslim kita wajib mempunyai sifat tawadhu karena dengan sifat tawadhu inilah yang membuat kita mau bersujud di hadapan Allah SWT.

Jika sekiranya masih ada saudara-saudara kita yang sampai hari ini belum bersujud, belum mau menjalankan ibadah salat, ini adalah salah satu indikasi bahwa orang tersebut belum mempunyai namanya sifat tawadhu.

Sifat tawadhu ini membuat buat seseorang selalu tenang dalam menjalani kehidupannya, tawadhu merupakan sifat atau watak manusia yang rendah hati dan tidak sombong .

Tawadhu atau rendah diri mengajarkan kita untuk senantiasa berlaku sopan dan santun terhadap sesama, memiliki adab dan etika yang baik terhadap yang lebih tua maupun yang muda. Sifat ini pula akan membuat seseorang menjadi lebih bijaksana dalam memberikan setiap keputusan.

Meskipun begitu tak semua orang mampu mempraktikkan sifat tawadhu atau rendah diri.

“Orang yang tawadhu itu bukan yang ketika merendah menganggap dirinya lebih tinggi dari yang dilakukannya namun orang yang tawadhu itu, ia yang ketika merendah menganggap dirinya lebih rendah dari yang dilakukannya, maka pengertian tawadhu yang lebih sederhana adalah bersikap rendah hati namun bukan berarti merendahkan diri sendiri,” ujarnya.

Tawadhu diartikan sebagai sebuah tindakan yang percaya diri namun tidak merasa diri kita lebih baik dari orang lain, sekalipun kita memiliki banyak kelebihan.

Seseorang yang memiliki sifat tawadhu atau rendah diri senantiasa dipenuhi oleh kebajikan dalam hatinya, sifat ini tak hanya membuat seseorang merasa selalu dicintai oleh sesama namun juga disukai oleh Allah SWT. Maka ciri-ciri orang yang memiliki sifat tawadhu yang pertama adalah mereka yang lebih senang tidak dikenal daripada menjadi orang terkenal.

Yang kedua, bersedia menerima kebenaran dari siapapun baik dari kalangan orang terpandang maupun dari kalangan orang yang rendah kedudukannya.

Kemudian yang ketiga, mencintai fakir miskin dan tidak segan-segan duduk bersama mereka. Yang keempat selalu bersedia untuk mementingkan kepentingan orang lain dan sangat senang ketika dimintai pertolongan.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *