background img

SATU KILO SABU GAGAL EDAR

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – RN tengah berkendara di Jalan AMD, Gang Yamaha, Rt 46, Graha Indah, Balikpapan Utara (Balut) ketika diciduk tim Satreskroba Polresta Balikpapan pada Jumat, 25 Juni 2021 lalu sekira pukul 14.10 Wita.

Kedua tangan pria berusia 32 tahun itu langsung diborgol. Badannya digeledah termasuk tas ransel yang dibawanya. Dari situ didapati kantong plastik hitam yang dilakban berisikan narkotika jenis sabu-sabu.

Waka Polresta Balikpapan AKBP Sepbril Sesa menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat bahwa di Jalan AMD sering terjadi transaksi narkoba.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim opsnal dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya diamankan satu orang tersangka berinisial RN. Dari tangannya petugas menyita sabu seberat satu kilogram

“Saat digeledah ditemukan satu buah plastik warna hitam yang dilakban. Isinya sabu seberat satu kilo. Tersangka dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Polresta,” kata AKBP Sepbril Sesa saat pers rilis, Senin (28/6).

Setelah diinterogasi, tersangka RN mengaku jika ia disuruh oleh seseorang untuk mengambil barang di lokasi.

Belakangan orang yang dimaksud diketahui berinisial HS (33).

“Dari keterangannya ia disuruh oleh HS selaku pemilik barang atau sabu satu kilo ini. Jadi barang ini ditaruh di satu tempat, Kemudian diambil oleh RN atas perintah HS,” ungkapnya.

Berbekal keterangan RN, tim opsnal kemudian bergerak mencari keberadaan HS. Tak butuh waktu lama, pada hari yang sama sekira pukul 16.10 Wita pelaku berhasil dibekuk di kawan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah (Balteng). Tepat di pinggir jalan.

“Setelah diamankan, tim bergerak ke rumah tersangka di daerah Itci, Penajam Paser Utara. Namun tidak ditemukan barang bukti narkotika. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polresta untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut,” tuturnya.

Hasil pengembangan, diketahui jika kedua pelaku yang merupakan residivis dengan kasus yang berbeda. Mereka mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang disebut BOS.

“Pengakuannya dari BOS. Warga luar Balikpapan. Saat ini sudah DPO atau daftar pencarian orang. Barang rencananya akan diedarkan di Balikpapan dan Penajam,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 132 Jo Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 tentang narkotika, dengan ancaman paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *