background img

SATU AWAK PESAWAT RIMBUN AIR YANG JATUH DI PAPUA WARGA BALIKPAPAN, DIKENAL SOSOK PENDIAM

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tiga jenazah awak pesawat Rimbun Air PK-OTW yang mengalami kecelakaan di sebuah pegunungan di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9) telah dievakuasi.

Informasi yang dihimpun KPFM, Pesawat Rimbun Air dipiloti Kapten Mirza dengan Fajar sebagai kopilot. Dan satu lagi Utra Iswahyudi sebagai teknisi yang merupakan warga Kota Balikpapan.

Hal tersebut dibenarkan istri almarhum Dewi. Ia mengaku mendapat kabar tersebut dari tetangganya pada Rabu (15/9) siang. Bahwa suaminya salah satu kru Rimbun Air yang jatuh di Papua.

“Paginya itu saya enggak tahu, karena enggak ada buka berita. Siangnya tetangga ke rumah bilang benarkah pesawat yang ditumpangi suamimu itu jatuh,” kata Dewi melalui sambungan seluler.

Mendapat kabar tersebut, Dewi langsung mencari tahu. Hingga akhirnya mendapat info dari seseorang yang pernah bekerja dengan almarhum, bahwa benar pesawat yang ditumpangi suaminya jatuh.

“Teman kerjanya dulu infoin kalau benar pesawatnya jatuh. Kita berdoa mudahan ketemu pesawatnya dan semua yang ada di dalamnya selamat,” tuturnya.

Dewi menyebut, pertemuan terakhir dengan suami adalah dua minggu lalu di Balikpapan. Dan percakapan terakhir pada Senin (13/9) malam sekira pukul 20.00 Wita.

“Senin malam itu dia telepon, ngobrol seperti biasa dan nanyain anak. Terus bilang mau istirahat karena besok mau terbang lagi. Dan rencananya tanggal 19 September nanti pulang ke Balikpapan, itu jadwal off-nya,” ungkap Dewi.

SOSOK PENDIAM

Kamis pagi,16 September 2021, awak media menyambangi rumah duka di Jalan Al Makmur RT 32, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan. Di sana sudah berdiri sebuah tenda dan juga terdapat bendera putih sebagai tanda kedukaan.

Beberapa warga juga terlihat datang melayat. Istri almarhum Dewi juga ada di sana, namun belum bisa ditemui. Awak media kemudian mewawancarai ipar almarhum Muhammad Rifki.

Ia menceritakan sosok almarhum Iswahyudi adalah seorang yang pendiam. Namun, laki-laki 41 tahun tersebut juga sosok yang ringan tangan dan suka membantu sesama.

“Orangnya cenderung pendiam, kecuali kalau ditanya atau diajak ngobrol baru dijawab. Tapi dia sangat care terutama sama keluarga,” cerita Rifki.

Jika sedang off, lanjut Rifki, almarhum pasti pulang ke Balikpapan. Dan biasanya melakukan rutinitas memancing dan bermain futsal. “Kalau libur dia selalu mancing dan main futsal,” ucap Rifki.

Almarhum meninggalkan dua anak perempuan yang masih berusia lima dan dua tahun. Jenazah rencananya tiba di Balikpapan pada Jumat (17/9). “Infonya besok, tapi jamnya belum dikabari lagi,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *