background img

SATU ANAK DENGAN DUGAAN HEPATITIS AKUT MENINGGAL DI KALTIM

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Masyarakat Kaltim patut waspada, khususnya para orang tua. Sebab, penyakit hepatitis akut misterius pada anak diduga sudah masuk Kaltim.
Itu setelah juru bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi dua kasus kematian baru diduga hepatitis misterius per Kamis (12/5). Salah satunya dari Kaltim, anak berusia di bawah 10 tahun.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Masitah membenarkan perihal itu. Kasusnya terjadi di Kota Samarinda. Namun, Masitah menegaskan jika itu masih dugaan.
“Benar apa yang diumumkan Kemenkes. Salah satu kasus di Kaltim, tepatnya di Kota Samarinda. Tapi masih dugaan,” kata Masitah melalui sambungan telepon, Jumat (13/5).
Korban diketahui berusia di bawah 10 tahun. Sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Samarinda. Penanganannya pun sesuai dengan SOP rumah sakit. “Sempat dirawat. Meninggalnya itu satu hari setelah Lebaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya.
Dalam surat tersebut, pemerintah daerah diminta memantau dan melaporkan kasus syndrome jaundince akut ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Kemudian meminta rumah sakit melakukan hospital record review kasus hepatitis akut misterius.
Surat ini disebut sebagai tindak lanjut dari kematian tiga anak di Jakarta yang diduga terjangkit hepatitis akut misterius.
Masitah menyebut telah meneruskan surat edaran tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta ke seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Kalimantan Timur.
“Semua melakukan penanganan dan mengisi form survai kewaspadaan dini dan mengirimkan ke kementerian. Selanjutnya divalidasi oleh kementrian apakah ini kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya atau tidak,” ungkapnya.
Pencegahan dini lainnya juga dengan mengedukasi masyarakat melalui media promosi supaya lebih waspada, dan yang paling penting masyarakat diminta untuk tidak panik. “Masyarakat juga bisa mengakses laman resmi Dinkes, kita perkenalkan kasus ini dan bagaimana mencegahnya,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.