background img

SATGAS PAMTAS GAGALKAN PEREDARAN NARKOBA DI PERBATASAN

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Belum genap sebulan bertugas melaksanakan pengamanan perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung berhasil mengungkap serta menangkap para pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Kamis (25/8).
Mereka yang berhasil mengungkap peredaran barang haram tersebut adalah pasukan dari Pos Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan. Bekerjasama dengan Kodim 0911/Nunukan, Satresnarkoba Polres Nunukan serta Kantor Bea Cukai Nunukan.
“Barang bukti sabu yang berhasil diamankan ada 36 bungkus dengan berat 103 gram, dikemas dalam plastik transparan,” kata Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/8).
Pengungkapan kasus berawal adanya informasi dari masyarakat yang diterima Kanit Reskoba Polres Nunukan Ipda Barasa, bahwa adanya kapal yang mencurigakan melalui jalur laut menuju pesisir pantai Desa Bukit Aru Indah yang diduga membawa narkoba.
Selanjutnya Ipda Barasa meminta bantuan Satgas Pamtas Pos Tanjung Aru. Dari informasi tersebut, Satgas Pamtas Pos Tanjung Aru melaksanakan pengintaian di pesisir pantai Desa Bukit Aru Indah.
“Hasil penyelidikan didapati perahu yang mencurigakan. Selanjutnya diadakan pengecekan dan ditemukan sabu 103 gram yang dikemas dalam 36 bungkus plastik transparan dengan ukuran yang berbeda,” ungkapnya.
Turut diamankan pada pengungkapan itu enam orang pelaku berinisial LB, AS, E, LT, HA dan SA. Barang bukti lainnya ada guntig, timbangan, korek api dan alat isap masing-masing satu buah. Karena terbukti, tersangka dan barang bukti dibawa ke Makotis Satgas Pamtas 621/Manuntung untuk diadakaan pemeriksaan.
“Setelah dilaksanakan pemeriksaan para pelaku beserta barang bukti diserahkan ke Satresnarkoba Polres Nunukan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.
Taufik melanjutkan, kondisi geografis di perbatasan khususnya Kabupaten Nunukan adalah lautan yang rawan akan kejahatan penyeludupan dan peredaran barang-barang haram, khususnya narkoba. “Sangat rawan karena berbatasan langsung dengan Malaysia,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.