background img

SALAT ID BOLEH DI MASJID

1 year ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah perwakilan organisasi Islam dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) memutuskan memperbolehkan pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid.

“Kita tadi mengadakan pertemuan diputuskan agar masyarakat tetap salat di rumah, tapi kalau di masjid harus dengan pengawasan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Sabtu (16/5).

Menurutnya, berdasarkan pertemuan yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Intelejen Negara (BIN) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Balikpapan memutuskan untuk memperbolehkan pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid, namun dilaksanakan dengan pengawasan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Di antaranya setiap masjid yang melaksanakan harus menyediakan alat pengukur suhu tubuh atau thermogun. Bagi jamaah yang suhu tubuhnya di atas 37,5 dilarang mengikuti kegiatan salat Idul Fitri berjamaah di masjid. Termasuk bagi jamaah yang terindikasi sakit seperti batuk atau pilek dilarang mengikuti salat berjamaah.

Selain itu, pengurus masjid juga diwajibkan menyediakan lembar absensi kepada setiap jemaah yang mengikuti salat Idul Fitri di masjid. Hal itu dilakukan untuk mempermudah petugas melakukan tracking ketika ada ditemukan jamaah yang diduga terpapar virus Corona.

“Harus mempersiapkan thermogun, juga absensi untuk jemaah jadi kalau ada apa-apa lebih mudah untuk trackingnya,” ujarnya.
Selain itu, dia menyampaikan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid hanya diperbolehkan bagi jemaah laki-laki, untuk wanita dan anak-anak dilarang melaksanakan salat Idul Fitri di masjid.

“Untuk wanita dan anak-anak kami sarankan di rumah saja,” ujarnya.
Hal itu dilakukan untuk menyikapi keterbatasan kapasitas masjid ketika diberlakukan protokol pengaturan jarak di dalam masjid.

Selain itu, ia juga akan mengimbau kepada jemaah yang berangkat ke masjid dengan menggunakan kendaraan roda empat agar dibatasi jumlah penumpangnya. Sehingga potensi penyebaran virus Corona dapat dikurangi.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan Muhammad Jailani mengatakan, keputusan masih bisa dianulir lagi apabila terjadi kenaikan jumlah kasus Corona.
“Tapi kalau ada perubahan jumlah kasus kenaikan jumlah kasus ini masih bisa diatur lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya melalui Dewan Masjid Indonesia akan memanggil sejumlah pengurus masjid yang sanggup untuk memenuhi standar prosedur kesehatan yang diminta.

Setiap pengurus masjid yang akan menggelar salat Idul Fitri wajib menandatangani komitmen untuk memenuhi standar kesehatan yang akan diterapkan dan akan diawasi dengan ketat ketika pelaksanaannya.

“Kita akan mengundang seluruh pengurus masjid yang merasa mampu memenuhi standar verifikasi kesehatan, karena harus taat dan patuh dengan standar kesehatan yang ditetapkan,” tegasnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *