background img

RUDENIM BALIKPAPAN MENUJU WBK

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan menyiapkan tujuh program inovasi meraih penghargaan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Rumah detani Imigrasi Kota Balikpapan itu memiliki 7 inovasi, yang terdiri dari 6 inovasi dan satu inovasi unggulan. Kami berharap sejumlah program yang kita persiapkan bisa memberikan citra positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Dan yang paling utama adalah mendukung kami dalam memperoleh WBK,” kata Dian Widyastuti, A.Md. Im., S.H.,M.Si, Kepala Seksi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rumah Detani Imigrasi Balikpapan dalam program talkshow Roadshow Deni Odam To WBK di Radio KPFM Balikpapan, Kamis (9/9).

Menurutnya, enam program inovasi tersebut, yang pertama adalah tangan di depan, yang merupakan singkatan dari daftar kunjungan digital Rudenim Balikpapan. Melalui program ini, para pengunjung dapat mengisi melalui aplikasi yang disediakan.

“Jadi kalau dulu semua pengunjung yang datang ke rumah denim Balikpapan itu mengisi daftar secara manual, aplikasi ini sebagai pengganti dari buku tamu termasuk juga mendukung upaya penerapan protokol kesehatan situasi Pandemi Covid 19.

Jadi pengunjung bisa mengisi buku tamu termasuk tujuan kunjungannya, nanti outputnya akan mendapat nomor antrean.

Dan uniknya, memang melalui program ini akan diberikan keterangan berupa waktu kunjungan bagi pengunjung, yang menunjukkan waktu kunjungan karena memang ada aturan pembatasan kunjungan bagi maksimal 30 menit,” jelasnya.

Program yang kedua adalah jawara di depan, yang merupakan singkatan dari jadwal harian deteni Rudenim Balikpapan. Program ini bertujuan untuk mengatur kegiatan para detani agar tidak bosan berada di rumah detensi.

“Kalau dulu itu tidak ada kegiatan, mereka cuma diam atau melakukan aktivitas di antara mencuci baju sendiri, kemudian di jam-jam makan ya mereka makan. Sekarang dengan adanya program Jawa di depan kita membuatkan jadwal kegiatan, misalnya di pagi hari kita jadwalkan untuk melakukan work out jam 8 atau nanti sekitar jam 10 bisa kita arahkan untuk melakukan bersih-bersih, atau di jam 12 sampai jam 1 kita bisa buatkan program untuk mereka bertani karena lahan kita memang cukup luas 6 hektare,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Dian, tidak ada kewajiban bagi para detani untuk mengikuti kegiatan yang telah disusun, namun bagi detani yang giat disiapkan reward di akhir pekan.

“Mereka tidak mengikuti jadwal itu sebenarnya tidak apa-apa, tapi dengan ada kegiatan itu kita juga menyiapkan reward yang biasanya kita berikan di setiap hari Sabtu dan Minggu seperti reward penggunaan wi-fi atau boleh pegang handphone. Kita juga kadang ada reward movie time. Jadi mereka boleh nonton dengan waktu sekitar satu jam setengah atau satu jam untuk menonton film yang mereka suka,” terangnya.

Yang ketiga yakni program Adik Deni, yaitu absensi digital periodik detani. Program ini dibuat untuk memantau kondisi masing-masing deteni yang ada di rumah detani Balikpapan. Dengan melalui aplikasi ini anggota keluarganya dapat dengan mudah melaporkan kondisi masing-masing yang ada ada melalui aplikasi yang disediakan. Program ini dilengkapi dengan lampiran foto biometrik termasuk juga GPS yang menentukan posisi dari masing-masing deteni yang ada di luar.

Yang keempat adalah program temen lo, yang merupakan program absensi digital QR code. Program ini dibuat untuk memudahkan para pegawai khususnya para pegawai honorer dalam melakukan absensi sehingga dapat mendukung program paperless.

Kemudian yang kelima adalah rumah deni, yaitu singkatan dari ruang keramahan deteni khususnya yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel. Pihaknya telah menyiapkan suatu ruangan yang membantu untuk memudahkan penyandang difabel seperti adanya kamar mandi di dalam khusus difabel, ada dispenser dan yang paling penting adalah bel emergency untuk memanggil petugas ketika membutuhkan bantuan.

Yang keenam adalah temannya deni, yaitu tempat mandiri deteni. Sebenarnya program ini hampir sama dengan rumah deni, bedanya kalau yang rumah deni disediakan khusus bagi detani yang terkena Covid.

Dan yang ketujuh adalah program bambu mas deni. Program ini merupakan inovasi unggulan yang disiapkan oleh Rumah Detensi Imigrasi Kota Balikpapan, karena program ini benar-benar menyentuh masyarakat.

Program ini dibuat untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat agar rumah detani Kota Balikpapan bisa lebih dekat ke masyarakat, dengan sejumlah program yang benar-benar menyentuh masyarakat khususnya di sekitar Rumah Detensi Imigrasi Balikpapan seperti bantuan ambulan bagi warga sekitar.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *