background img

RUANG TERBUKA HIJAU DITAMBAH

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan berencana akan menambah luasan pembuatan ruang terbuka hijau sebagai upaya mengurangi masalah banjir di Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Tommy Alfianto mengatakan, rencana untuk menambah ruang terbuka hijau merupakan salah satu prioritas yang akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang.
Rencana penambahan ruang terbuka hijau merupakan salah satu upaya yang menjadi prioritas bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang sejalan dengan visi Wali Kota Balikpapan yang baru, Rahmad Mas’ud, yang berjanji akan menyelesaikan masalah banjir di Kota Balikpapan.
“Memang untuk penanganan banjir itu fokus utamanya memang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, tapi juga di Dinas Lingkungan Hidup kita juga diberi break down, salah satunya adalah dengan meningkatkan upaya pembuatan ruang terbuka hijau dalam mengantisipasi potensi timbulnya masalah banjir di kota Balikpapan, sesuai dengan visi Wali Kota,” katanya ketika diwawancarai wartawan, Kamis (29/7).
Dengan penambahan ruang terbuka hijau diharapkan dapat mengurangi timbulnya sedimen dan luapan air yang dapat meningkatkan titik-titik banjir.
Selain itu, pihaknya juga akan memprogramkan penerapan mitigasi hujan atau penampungan air hujan sehingga tidak langsung mengalir di permukaan yang dapat menimbulkan potensi banjir termasuk juga membuat sumur resapan.
Serta tetap melakukan program rutin di antaranya meningkatkan upaya sosialisasi ke masyarakat terkait upaya mengurangi jumlah sampah dengan melakukan pemilahan agar sampah yang terbuang dapat dikurangi.
Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kota Balikpapan juga telah berkomitmen untuk menjadikan sekitar 40 persen kawasan untuk dibangun sebagai kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kebijakan itu dimasukan dalam setiap proses perizinan pembangunan lahan pengembang perumahan yang mewajibkan sekitar 40 persen lahan yang dipergunakan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau. Sehingga hanya sekitar 60 persen lahan yang dibangun.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *