background img

RUANG OPERASI INFEKSIUS RSUD BERIMAN DIRESMIKAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Berbagai upaya serta pengembangan terus dilakukan oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Kota Balikpapan dalam penanganan Covid-19 bidang pelayanan.
Salah satunya adalah dengan menghadirkan kamar atau ruang operasi penyakit infeksius. Tidak terkecuali bagi mereka yang terpapar Covid-19.

Keberadaan ruangan operasi di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Beriman tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Senin (8/2) siang.
Bersamaan dengan soft launching Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kantor DPMPT Kota Balikpapan di Jalan Ruhui Rahayu, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan (Balsel).

Direktur RSUD Beriman Balikpapan dr Ratih Kusuma mengatakan, ruang operasi penyakit infeksius ini adalah khusus untuk pasien yang terkonfirmasi.
Seperti Covid-19, penderita HIV/AIDS dan Hepatitis. Yang mana semua penyakit itu adalah infeksi yang segera melakukan tindakan.
“Jadi, ruang operasi ini khusus untuk pasien yang reaktif terutama ibu bersalin dan yang emergency,” kata Ratih dalam pemaparannya di hadapan Wali Kota.

Kehadiran ruang operasi tersebut diharapkan mampu memberikan layanan secara komprehensif bagi pasien infeksius terutama Covid-19.
Maka dari itu, manajemen RSUD telah melengkapi segala sarana serta prasarana pendukung lainnya di dalam ruang pelayanan operasi tersebut.
“Sudah dilengkapi sarana serta prasarana. Dan ruang operasi ini sudah jalan, karena kan rumah sakit harus segera melakukan tindakan,” ujarnya.

Selain menghadirkan ruang operasi penyakit infeksius tersebut, berbagai upaya juga telah dilakukan oleh RSUD Beriman dalam penanganan Covid-19.
Seperti penambahan ruang isolasi bagi pasien yang terpapar. Yang mana sampai saat ini sudah terdapat 35 tempat tidur untuk ruang isolasi dan tiga ruang ICU.
“Kita akan menambah lagi tiga ICU Covid-19 sambil menunggu perawatannya,” ungkap Ratih.
Selain itu, pihaknya juga mengembangkan perawatan di area IGD dengan tenda isolasi, yang sudah dilengkapi fasilitas dan sudah memenuhi standar ruang isolasi.
“Mungkin ini satu-satunya rumah sakit yang memanfaatkan tenda isolasi di Kalimantan,” tuturnya.
Selanjutnya adalah membuka ruang perawatan tindakan persalinan dengan tekanan negatif. Dengan demikian pihaknya tidak perlu lagi merujuk pasien, karena sudah bisa menangani di RSUD.
“Kami juga membuka ruang isolasi anak bertekanan negatif. Jadi dalam perawatannya baik pasien dewasa maupun anak, perawatannya terpisah,” ucapnya.

Pihaknya juga mengembangkan poliklinik Covid-19. Ini adalah salah satu upaya khususnya untuk penanganan pasien terkonfirmasi yang melakukan rujukan ke rumah sakit atau pun dari hasil screening di rumah sakit.
“Dan kepada pasien yang telah selesai perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri, bisa memanfaatkan poliklinik Covid-19 di RSUD Beriman,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *