background img

RSKD DI AMBANG BATAS, PASIEN DIRAWAT DI LORONG

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebuah rekaman video pendek beredar luas di media sosial (medsos) WhatsApp publik Kota Minyak -sebutan Balikpapan-, Kamis (1/7) malam sekira pukul 23.15 Wita.
Video berdurasi 52 detik itu memperlihatkan kondisi di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan yang tak bisa lagi menampung pasien Covid-19.

Dalam video terlihat jelas jika sejumlah pasien harus rela dilakukam perawatan di lorong rumah sakit rujukan utama pasien Covid-19 di Kota Balikpapan itu. Mereka tampak terbaring lemah di atas ranjang perawatan.

Reporter KPFM menelusuri kebenaran video tersebut. Hasilnya memang benar adanya. RSKD sudah di ambang batas maksimal. Kondisi dalam UGD hingga kamar perawatan pasien sudah tidak memungkinkan untuk menampung orang.

“Ya betul, itu keadaan semalam ketika ruang UGD penuh oleh pasien Covid-19. Dan ruang perawatan isolasi juga penuh,” kata Direktur RSKD Edy Iskandar saat dikonfirmasi, Jumat (2/7) pagi.
Edy menyebut, saat ini RSKD sudah menampung 200 pasien Covid-19. Jumlah tersebut sudah mendekati ambang maksimal.

“200 itu sudah maksimal untuk tenaga kesehatan (nakes) kita. Untuk nambah pasien kita pikirkan lagi. Takutnya tenaga kita terlalu lelah. Nakes harus kita jaga juga,” ungkapnya.

Tingginya kunjungan pasien selama dua hari belakangan membuat kondisi UGD di RSKD penuh. Rata-rata perharinya 20 hingga 30 pasien Covid-19 yang datang.

“Rata-rata mereka dalam keadaan sesak, jadi perlu oksigen. Sementara UGD sudah penuh, nah supaya tetap bisa tertangani paling tidak dapat pertolongan pertama oksigen kita tambah aja bed itu di selasar,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya sudah menambah satu lagi ruangan bagian belakang yang bisa menampung hingga 30 pasien.

“Kita buka ruangan baru yang bisa nampung 30 orang. Itu sebelumnya ruangan pasien biasa atau umum, kita kosongkan. Jadi tadi pagi yang di selasar itu sudah masuk ke ruangan semua. Sudah kita atur,” tuturnya.

Meski telah menambah ruangan, kondisi RSKD hingga saat ini masih penuh. Baik ruang rawat inap hingga UGD dipenuhi pasien. “Enggak bisa menambah lagi,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya minta dukungan dari rumah sakit rujukan lainnya, terutama RSUD Beriman. “Jadi bagaimana pemkot mengatasi hal ini. Karena masyarakat ini tahunya UGD di RSKD. Karena sudah penuh RS lain harus bantu dengan menambah kapasistas lagi,” harapnya.

Soal kemungkinan bangun tenda darurat, Edy mengaku sangat tidak memungkinkan. Di samping tempatnya yang tidak ada, tenaga medis juga dikhawatirkan tidak bisa melakukan monitor. “Masih kurang tenaga kita. Enggak sanggup monitor,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *