background img

RS DARURAT DIBATALKAN

3 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan membatalkan rencana pembangunan rumah sakit darurat khusus bagi pasien Covid-19.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan mengatakan pembatalan itu dilakukan terkait perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang menurun dalam beberapa pekan ini.

“Dengan penurunan jumlah kasus yang terjadi, kita menunda terlebih dahulu rencana pembangunan rumah sakit darurat, sehingga kalaupun nanti Asrama Haji dipergunakan kembali untuk embarkasi haji tidak akan berpengaruh terhadap upaya penanganan Covid-19,” kata Rizal kepada wartawan, Selasa (30/3).

Menurut Rizal, penurunan jumlah kasus Covid-19 tersebut terlihat dari jumlah keterisian rumah sakit yang sudah menurun. Hanya 35 persen dari total ruang isolasi di rumah sakit yang disediakan.

Untuk saat ini, dari 11 rumah sakit yang menyediakan ruang isolasi dengan total ketersediaan ruang isolasi sebanyak 523 ruangan, yang terisi hanya sekitar 190 ruangan.

Dengan penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cukup signifikan ini, maka rencana untuk membangun rumah sakit darurat ditunda.

Tidak hanya itu, upaya penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan juga tidak terpengaruh dengan rencana penggunaan kembali Asrama Haji Batakan yang sempat digunakan sebagai tempat isolasi untuk embarkasi calon jemaah haji.

“Alhamdulillah sama seperti beberapa daerah lainnya perkembangan jumlah kasus Covid-19 di kota Balikpapan sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan, sudah cukup baik dan memperlihatkan angka yang menurun. Kita berharap bahwa jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Balikpapan terus mengalami penurunan sehingga tidak ada lagi hal yang mengkhawatirkan bagi masyarakat,” ungkapnya.

(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *