background img

RM DIPERIKSA BAWASLU

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Calon Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan, Jumat (9/10).

Rahmad Mas’ud menjalani pemeriksaan atas dugaan praktik money politik ketika dirinya sudah ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah di Pilkada Serentak Kota Balikpapan.

Komisioner Bawaslu Kota Balikpapan Dedi Irawan mengatakan, Rahmad Mas’ud menjalani pemeriksaan atas dugaan laporan pelanggaran Pemilu yang ditujukan kepadanya.

Rahmad diperiksa atas laporan salah seorang warga atas nama Ahmad Yani, yang menduga Rahmad Mas’ud telah melakukan praktik money politik berdasarkan video yang diterima.

Dalam video yang diserahkan oleh pelapor, Rahmad Mas’ud diduga membagikan sejumlah uang kepada warga ketika berada di kawasan Masjid Islamic Center.

Kejadian tersebut diduga terjadi pada tanggal 25 September 2020, setelah Rahmad Mas’ud telah ditetapkan sebagai calon kepala daerah pada 23 September 2020.

Laporan tersebut disampaikan pelapor pada tanggal 1 Oktober 2020 kepada Bawaslu Kota Balikpapan.

Namun tidak bisa langsung diproses karena belum memenuhi persyaratan formil materil.

Sehingga laporan yang bersangkutan baru bisa diregistrasi pada 4 Oktober 2020.

“Hari ini pelapor dan terlapor juga datang ke Bawaslu untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan, setelah ini kita akan melakukan kajian dan rapat pleno untuk menentukan status dari laporan ini, apakah kasusnya akan kita proses sebagai pidana pelanggaran pemilihan atau ternyata termasuk dalam dugaan pelanggaran lainnya.

Kalau pun dugaan pelanggaran lainnya kita akan hentikan seperti kasus sebelumnya,” katanya ketika diwawancarai wartawan.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dari terlapor dan dua orang saksi ahli pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu.

Usai menjalani pemeriksaan, Rahmad Mas’ud yang dikonfirmasi mengatakan bahwa apa yang dituduhkan kepadanya semuanya tidak benar.

Menurutnya, dirinya sudah sejak lama sudah rutin pada hari Jumat membagikan infak kepada masyarakat.

Semua laporan yang ditujukan kepadanya itu tidak benar
“Kalaupun ada pemberian, saya kira semua teman-teman sudah tahu ya, kalau setiap hari Jumat saya selalu berinfak bukan hanya 10 orang, tapi ribuan orang tapi karena pandemi ini kita batasi dulu,” ujarnya.

Ia menerangkan, sebagai warga negara yang baik dirinya siap memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan.

“Ini adalah hal yang biasa dalam politik. Ya ini namanya dinamika, kita memenuhi panggilan.

Sebagai warga negara yang baik dan sebagai calon pemimpin, kita memiliki itikad untuk hadir memenuhi panggilan dari Bawaslu.

Saya pikir juga laporan itu tidak prinsip, karena memang saya sudah juga cuti tanggal 26 September sebagai Wakil Wali Kota,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon Kepala Daerah Rahmad Mas’ud-Thohari mengatakan bahwa ketika melakukan pembagian sejumlah uang tersebut, kliennya saat itu masih berstatus aktif sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan.

Karena kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 25 September 2020, sedangkan Rahmad Mas’ud baru cuti sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan untuk berkampanye pada tanggal 26 September 2020.

“Saya sangat menyesalkan dengan adanya laporan ini, karena yang bersangkutan ini memang semua kenal merupakan sosok yang dermawan dan rutin membagikan infak setiap hari Jumat,” tambahnya.

(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *