background img

RESEPSI PERNIKAHAN DIBATASI 25 PERSEN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali meningkatkan pemberlakuan pengetatan kegiatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk menyikapi peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di beberapa di daerah di pulau Jawa yang dikhawatirkan akan berdampak kepada Kota Balikpapan.

“Jadi bukan melarang warga untuk beraktivitas, tapi pengetatan ini untuk kepentingan dan keselamatan kita semua. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan jumlah kasus yang banyak terjadi di wilayah Jawa,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud selaku Ketua Satuan Tugas Covid-19 Kota Balikpapan kepada wartawan, Jumat (18/6).

Menurutnya, pihaknya bersama dengan Forkopimda sudah melaksanakan rapat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi. Salah satunya adalah dengan membatasi perjalanan dinas bagi seluruh ASN selama dua minggu ke depan.

“Apabila tidak penting-penting sekali tidak diperkenankan untuk berangkat,” ujarnya.

Selanjutnya adakah membatasi kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang seperti resepsi pernikahan.

Untuk kegiatan yang dilaksanakan di dalam hotel yang awalnya diperbolehkan maksikal 50 persen dari kapasitas ruang untuk saat ini hanya dipergunakan 25 persen.

Sedangkan untuk kegiatan yang dilaksanakan di rumah, yang awalnya diperbolehkan maksimal 200 orang, untuk saat ini dibatasi menjadi 100 orang saja.

Selanjutnya, pihaknya juga meningkatkan pengawasan cafe atau rumah makan agar benar-benar menempati jam operasinya yakni maksimal jam 22.00 Wita , dengan tidak melayani makan di tempat.

“Bila ada cafe yang melanggar tentunya kami akan berikan sanksi yakni penutupan selama 3 hari. Apabila mengulangi diberikan lagi sanksi selama 3 hari, kalau mengulangi lagi kita akan bubarkan,” pungkasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *