background img

REMAJA PUTRI LEBIH RENTAN ANEMIA

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Anemia adalah salah satu penyakit umum yang bisa terjadi pada siapa saja dari segala usia. Namun, remaja, terutama anak perempuan sangat berisiko mengalami anemia defisiensi zat besi.

Hal itu disampaikan oleh Dr Silvia P Tarigan, SP. GK, spesialis gizi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) ketika menjadi narasumber dalam talkshow di Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Senin (25/1).

“Masa remaja itu sangat penting. Karena memang pada saat itu adalah saat munculnya pertumbuhan hormon, kemudian masa untuk pertumbuhan tinggi badan yang sepertiganya didapat ketika masa remaja,” kata Silvia.

Menurutnya, remaja putri sangat rentan terkena anemia ketika mengalami menstruasi. Ditambah kecenderungan untuk menurunkan berat badan dengan cara diet atau mengurangi asupan makanan.

“Biasanya remaja putri itu pengen badannya langsing, sehingga menjalankan diet yang ketat dilakukan tanpa pengawasan dari dokter gizi sehingga sangat berbahaya terjangkit anemia atau kurang darah atau kurang zat besi,” ujarnya.

Kebanyakan remaja putri melakukan diet untuk menurunkan berat badan tanpa pengawasan dari dokter, sehingga sangat berisiko terkena anemia atau kurang darah.

Ia menyarankan kepada remaja putri agar menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan dengan gizi. Sehingga tidak mudah terkena anemia

“Memang biasanya anak remaja itu suka mencoba-coba makanan dan minuman. Dan biasanya makanan dan minuman yang dicoba itu rendah serat tapi tinggi gula, itu perlu dicermati,” ujarnya.

Menurutnya, asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat menentukan pertumbuhan bagi remaja ke depannya.

Sehingga diperlukan asupan konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, dan unggas. Karena kandungan zat besi yang diperoleh dari hewan ini lebih baik daripada kandungan zat besi yang berasal dari nabati atau tumbuhan.

“Kalau mau lebih baik lagi adalah dengan mengonsumsi vitamin dalam hal ini ada vitamin C seperti juga memakan buah-buahan jeruk, mangga dan tidak bersamaan dengan teh atau kopi yang menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan agar juga mengonsumsi vitamin atau zat penambah zat besi sekali seminggu, agar dapat terhindar dari anemia.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *