background img

REFOCUSING TETAP DILAKUKAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan tetap melakukan refocusing anggaran untuk membiayai program penanganan Covid-19.

Meski dalam sepekan ini, telah terjadi penurunan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang cukup signifikan. Dari awalnya mencapai 100 orang lebih turun menjadi 30 orang dalam sehari.
Bahkan sudah ada lagi wilayah ditetapkan sebagai zona orange, karena sebagian sudah turun status ke zona kuning. Bahkan zona hijau.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP Kota Balikpapan Zulkifli selaku Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan mengatakan, pihaknya saat ini masih menyiapkan daftar anggaran untuk rencana refocusing dari APBD 2021.
Menurut Zulkifli, anggaran hasil refocusing tersebut digunakan sebagai dana cadangan dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.
“Insya Allah tetap kita usulkan. Karena kita belum tahu bagaimana perkembangan covid ini, minimal ada dana cadangannya,” katanya kepada wartawan, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, meski telah terjadi penurunan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, pihaknya belum bisa memastikan bahwa penyebaran Covid-19 di Kota Balikpapan benar-benar sudah mereda, sehingga harus disiapkan dana cadangan apabila kasus yang terkonfirmasi naik kembali.
Apabila dana yang sudah dialokasikan dalam kebijakan refocusing tersebut ternyata tidak terpakai, maka anggaran yang tersisa akan dikembalikan ke kas daerah.
“Kalau memang nanti dananya ternyata tidak terpakai, ya kita akan kembalikan ke kas daerah, misalnya kita nanti akan mengalokasikan dana untuk konsumsi isolasi mandiri yang dilakukan oleh masyarakat. Tapi pada kenyataannya nanti ternyata masyarakat tidak ada yang melakukan isolasi mandiri, dana tidak terpakai tersebut akan dikembalikan kembali ke kas daerah,” ucapnya.
Ia menerangkan, pada dasarnya anggaran cadangan dari hasil refocusing tersebut memang harus dipersiapkan, karena memang, tidak ada yang tahu bagaimana perkembangan kasus Covid-19 ini, apakah sudah mereda atau masih akan naik kembali.
Ia menambahkan, pada dasarnya untuk mendukung penerapan PPKM mikro ini, kebutuhan di posko yang ada di tingkat RT itu cuma dua. Yang pertama adalah kebutuhan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri, yakni menyangkut kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Yang kedua, adalah operasional bagi Satgas di tingkat RT untuk melakukan sosialisasi mikro. Misalnya memasang spanduk, baliho, dan lain-lain.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *