background img

REALISASI PAD NAIK RP 32 M

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Seiring dengan penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan mulai untuk memberikan kelonggaran atau relaksasi di beberapa sektor kegiatan masyarakat.

Kebijakan ini kembali mendorong pertumbuhan positif terhadap situasi perekonomian Kota Balikpapan yang sempat melambat akibat kebijakan pembatasan yang sebelumnya diterapkan.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Haemusri mengatakan berdasarkan hasil laporan realisasi penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan hingga Februari 2021 ini, telah terjadi kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Besaran PAD yang terserap pada Februari 2021, tercatat mencapai Rp 32 miliar, naik dibandingkan Januari 2021 lalu, yang hanya tercapai Rp 25 miliar.
Kenaikan ditengarai sebagai dampak kebijakan relaksasi yang mulai diterapkan oleh pemerintah yang kembali mendorong pertumbuhan ekonomi di beberapa sektor.

“Jadi pada bulan Januari lalu kita hanya bisa merealisasikan sekitar Rp 25 miliar, dan pada bulan Februari ini kita berhasil merealisasikan sekitar Rp 32 miliar untuk pendapatan asli daerah,” katanya kepada wartawan, Senin (8/3).

Ia menjelaskan, bahwa kondisi saat ini memang kalau dibandingkan tahun 2020 lalu, pemerintah secara nasional sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sedangkan untuk tahun 2021 pemerintah lebih memilih melakukan menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jadi masyarakat tetap diberikan kelonggaran untuk melakukan aktivitas dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, dengan tetap menaati protokol kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Balikpapan sebagai kota jasa sangat bergantung pada tingkat kunjungan masyarakat. Sebagian besar kontribusi pendapatan asli daerah, paling banyak berasal dari sektor jasa seperti hotel, restoran dan tempat hiburan.

“Saya yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan akan terus meningkat di tahun 2021 karena pemerintah juga sudah berkomitmen untuk membuat kebijakan yang selaras antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan,” ungkapkan.

(MAULANA/ KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *