background img

RAPID ANTIGEN MASIH DIEVALUASI

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah wilayah di Indonesi saat ini sudah mulai menerapkan rapid antigen bagi masyarakat yang hendak masuk maupun ke luar daerah.

Langkah tersebut diambil karena tak ingin kembali kecolongan dengan melonjaknya kasus Covid-19 yang dipicu masa libur panjang.

Menanggapi perihal kebijakan rapid antigen tersebut, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut jika pihaknya masih akan melakukan evaluasi. Sebab posisi Balikpapan berbeda dengan daerah di Pulau Jawa.

“Kita masih mengevaluasi. Karena memang posisi kita agak beda dengan daerah di Pulau Jawa,” kata Rizal saat diwawancarai di Pemkot Balikpapan, Kamis (17/12) sore.

Kota Balikpapan, lanjut Rizal, merupakan pintu gerbang kegiatan-kegiatan perekonomian. Untuk itu, segala kebijakan harus penuh dengan hati-hati.

“Pengalaman kita pernah mengeluarkan kebijakan ini, kemudian ada kebijakan baru dari Menteri Perhubungan. Jadi harus penuh hati-hati betul,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim soal penerapan rapid antigen tersebut.

“Kita akan konsultasi juga dengan Gubernur Kaltim, supaya tidak sampai menimbulkan hal yang tidak tepat antara pusat dengan daerah,” ucapnya.

Untuk diketahui, keputusan penerapan rapid antigen ini menjadi keputusan nasional Kememkomarves, setelah melakukan Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali secara virtual beberapa waktu lalu.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 selama libur panjang. Keputusan ini juga merupakan kebijakan pengetatan terukur agar cluster Covid-19 baru tak meluas seusai liburan.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *