background img

RAHMAD LUNCURKAN PROGRAM KIOS MODERN

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meluncurkan program kios modern untuk membantu penghasilan tambahan bagi ketua RT.

Rahmad menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiasi dari Yayasan Rahmad Mas’ud Center (RMC), yang selama ini berjalan.

Program kios modern ini merupakan bagian dari program UMRT (unit usaha milik RT), yang sebelumnya dijalankan melalui beras di setiap RT, kemudian dilanjutkan melalui kios modern yang berisi kebutuhan 9 pokok, di antaranya beras, tepung minyak dan minuman.

Dalam peluncuran pertama ini, pihaknya baru menjaring sebanyak 15 RT, dari target 600 RT.

Untuk yang 15 ini merupakan RT yang berprestasi yang sejak setahun yang lalu melalui program beras itu tidak pernah menunggak dan lancar pembayarannya.

“Ke depannya, kita akan melanjutkan di setiap RT di Kota Balikpapan yang jumlahnya mencapai 1.700 itu. Bisa 1 kios minimal di tiap RT,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (23/9).

Program ini tujuannya adalah untuk membantu pemerintah, dalam hal menekan inflasi dan juga membantu RT memiliki penghasilan tambahan.

Dalam program ini setiap RT yang mendapatkan bantuan tidak memerlukan modal, dan harga yang diberikan tersebut sudah sesuai sehingga RT tinggal memberikan margin keuntungan.

“100% keuntungan yang dihasilkan dari program kios modern ini adalah untuk RT, dan apabila ditanya dari mana modalnya semua program ini sumber dananya berasal dari infaq zakat dan sedekah dari keluarga Rahmad Mas’ud Center,” ucapnya.

Program ini merupakan zakat yang produktif, yang diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.

“Program ini tentunya, saya sebagai Wali Kota bisa memberikan contoh, dan kalau program ini tersebar dan meluas, saya ahlul yakin program ini bisa ditiru di Republik ini,” pungkasnya.

Duppa, Ketua RT 35 Kelurahan Damai mengaku telah mengikuti program ini sekitar satu tahun.

Ia menuturkan cukup terbantu dengan program ini, sebagai penghasilan tambahan di kios nasi kuning yang terletak di dekat Pasar Balikpapan Permai.

“Saya sudah menjalankan program ini selama 1 tahun, awalnya saya hanya menjual beras di kios saya. Kalau beras itu saya jual besar Rp 55.000 dan saya ambil di sini seharga Rp 50 ribu untuk ukuran 5 kilogram,” jelasnya.

Dalam sebulan, ia mengaku dapat menjual hingga 100 karung beras ukuran 5 kilogram di kiosnya, dengan omzet mencapai Rp 5 juta.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.