background img

RAHMAD DAN ABDULLOH TOLAK BACA PETISI MAHASISWA

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Hujan yang tidak kunjung reda, tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk berunjuk rasa di depan Balai Kota Balikpapan, Senin (5/9).
Setelah menunggu lama, dan sempat terjadi dorong-dorongan karena para mahasiswa mendesak agar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud hadir.
Lebih dua jam menunggu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud akhirnya hadir di tengah mahasiswa.
Rahmad bersama Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh duduk di tengah mahasiswa di pintu masuk Balai Kota Balikpapan.
Wali Kota dan Ketua DPRD didesak mahasiswa untuk membaca petisi penolakan kenaikan harga BBM. Namun ditolak.
“Tentunya kita terima aspirasi mereka, aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dalam aliansi ini tentunya kita akan sampaikan ke Pemerintah Pusat,” kata Rahmad ketika diwawancarai wartawan usai menemui pengunjuk rasa.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan mahasiswa untuk ikut membacakan petisi penolakan kenaikan BBM, namun pihaknya pasti akan meneruskan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa ke Pemerintah Pusat.
“Saya minta kepada mahasiswa untuk tetap menjaga kondusifitas karena saya diminta untuk membacakan tuntutan penolakan yang diajukan oleh mahasiswa. Tapi kami tidak bisa membacakan, kami hanya bisa menyampaikan kepada Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan, pada dasarnya pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa selain meneruskan aspirasi mahasiswa tersebut ke Pemerintah Pusat.
Karena setiap keputusan Pemerintah Pusat itu adalah Undang-undang, maka pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa.
Dan apabila ikut menolak, maka hal tersebut bisa menjebak Wali Kota dan DPRD, karena sikap tersebut menentang Undang-undang.
“Pada dasarnya aspirasi yang mahasiswa sampaikan ini adalah benar, tapi saya bersama Wali Kota tentunya akan menyampaikan aspirasi tersebut pemerintah pusat,” ujarnya.
(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.