background img

PUSLABFOR AMBIL SAMPEL

9 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri cabang Surabaya telah melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Kilometer 1,5 Jalan Soekarno Hatta, RT 13 Muara Rapak, Balikpapan Utara (Balut), Selasa kemarin (8/3).

Demikian disampaikan Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso. Dari olah TKP, Tim Puslabfor Surabaya juga mengambil sampel untuk bahan penyelidikan. Guna mengungkap penyebab di balik musibah tersebut.
“Olah TKP kawan-kawan dari Puslabfor dibawa ke Surabaya. Nanti dari hasil sampel itulah kita mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Beberapa sampel yang dibawa itu,” katanya.
Belum diketahui kapan hasil pemeriksaan akan keluar. Namun Polresta Balikpapan sejauh ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang merupakan warga sekitar.
“Ada tiga orang saksi yang sudah kita ambil keterangan. Yang melihat langsung pada saat kejadian kebakaran,” ungkapnya.
Diketahui, empat ruko ludes terbakar dalam musibah itu dan mengambil empat nyawa manusia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, identitas para korban pertama Indra Sofyan (25) karyawan makanan cepat saji dari ruko yang terbakar.
Selain Indra, BPBD lebih dulu sudah menemukan karyawan lain yang turut menjadi korban dalam insiden ini. Yakni Lukman Harun (25) dan Adi Nurdiansyah (25) yang ditemukan di lokasi yang sama. Posisinya di bawah tangga.
Ketiga karyawan ini bukan warga Kota Balikpapan, melainkan perantauan. Dari identitas mereka, ketiganya berasal dari Pulau Jawa.
“Yang dua ini kemungkinan kejebak di dalam, karena setahu saya tidak ada jalan ke luar lain, sedangkan pintu ini terkunci,” ucap seorang warga, Susilo.
Satu korban lainnya yang pertama ditemukan bernama M Noor (40), dari ruko pangkas rambut. M Noor tak bisa diselamatkan karena api menjalar begitu cepat. Sedangkan korban diketahui sedang sakit stroke. Beruntung anak dan istrinya berhasil selamat.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.