background img

PULUHAN PASIEN COVID TERTAHAN DI UGD

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Ruang isolasi di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan yang digunakan untuk merawat pasien positif Covid-19 saat ini dalam keadaan penuh.

Hal tersebut berdampak pada beberapa pasien positif lainnya yang terpaksa harus menjalani isolasi atau perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD).

Direktur Utama RSKD Balikpapan Edi Iskandar membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, kapasitas ruang isolasi RSKD sebanyak 150 tempat tidur. Kemudian untuk ICU sebanyak 17 tempat tidur, dan semuanya terisi penuh. Sehingga pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif baru harus menunggu di UGD.

“Ada sekitar 20 pasien yang tidak bisa masuk ke rawat inap dan ICU. Mereka menunggu di UGD. Kalau ruangan di dalam kosong baru mereka bisa masuk,” kata Edi melalui sambungan seluler, Selasa (19/1).

Para pasien tersebut, lanjut Edi, dirawat apa adanya. Mereka menempati tempat tidur yang tidak layak atau standar. Bahkan ada sekitar 10 atau 20 bed pasien yang kondisinya terbuka.

“Secepatnya mereka harus dirawat di ruang isolasi yang standar, apalagi pasien Covid-19 ini adalah pasien yang menular,” ujarnya.

Untuk menghindari penularan di UGD sendiri, antara pasien Covid-19 dan umum dipisahkan. “Tapi tidak standar. Mestinya untuk pasien Covid-19 itu tertutup,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Edi mengaku pihaknya telah melakukan rapat dengan managemen rumah sakit. Dan disepakati untuk menambah masing-masing dua tempat tidur setiap ruangan.

“Kita menambah dari empat bed setiap ruangan jadi enam bed. Konsekuensinya perawatan pasien jadi sedikit agak rapat. Tapi setidaknya kami bisa menambah 32 bed untuk darurat,” tuturnya.

Upaya lainnya, managemen RSKD akan mengajukan ke Gubernur Kaltim untuk memanfaatkan gedung baru Radio Terapi sebagai ruang ICU tambahan untuk pasien Covid-19.

“Gedung itu selesai pembangunannya pada bulan Februari ini. Lantai dua dan tiga belum dipakai. Kita mau mengajukan supaya dikonversi menjadi ICU Covid-19 tambahan. Bisa 40 tempat tidur tambahan. Dan karena tempatnya sudah ada kita juga perlu mengajukan anggaran untuk pengadaan alat,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengajukan anggaran ke Gubernur Kaltim untuk penambahan tenaga medis. Sedikitnya ada sekitar 60 perawat serta bidan yang akan direkrut.

“Ya, karena tempat tidur bertambah kita juga harus menambah perawat. Sudah mulai merekrut, sambil kita ajukan perizinan dari Gubernur. Mereka akan dikontrak satu tahun,” tandasnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *