background img

PROYEK JARGAS LIBATKAN PIHAK SWASTA

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan siap mendukung target pembangunan Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga yang akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang mulai diterapkan pada tahun 2021 ini.

Penerapan skema KBPU ini merupakan upaya pemerintah dalam menggenjot target pembangunan jargas rumah tangga yang ditargetkan hingga tahun 2024 mendatang.

“Nanti ada skema untuk pembangunan jargas di kota Balikpapan dengan skema KBPU. Balikpapan akan menjadi salah satu prioritas menjadi salah satu kota yang dibangun jargas, ya kita berdoalah,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud usai menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Studi Pendahuluan Pembangunan Jargas untuk rumah tangga melalui Skema KPBU di Kantor Wali Kota Balikpapan, Selasa (14/9).

Ia mengungkapkan, sangat mendukung rencana penerapan skema KBPU dalam mempercepat proses pembangunan jargas rumah tangga. Karena selain untuk mengantisipasi masalah kelangkaan pasokan gas elpiji, percepatan pembangunan jargas ini juga sangat baik untuk mendukung Kota Balikpapan yang akan menjadi salah satu kota penyangga bagi ibu kota negara yang baru.

“Kita akan menjadi prioritas untuk proyek pembangunan jaringan ini dan ini cukup baik ya dalam mendukung rencana kota Balikpapan untuk mendukung pembangunan ibu kota negara. Kebijakan ini juga sangat baik dalam mengurangi masalah antrean gas elpiji yang masih terjadi di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini pembangunan jargas sudah mencakup di antaranya di Kecamatan Balikpapan Tengah yang mencapai 16 ribu jaringan gas, dan akan terus dikembangkan ke beberapa kecamatan lainnya. “Untuk kuotanya tahun depan belum tapi kita berharap sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu proses penentuan dari Pemerintah Pusat terkait badan usaha atau investor yang akan dilibatkan dalam proses kerjasama pembangunan jargas ini di Kota Balikpapan.

“Untuk investornya karena nanti semuanya melalui proses. Tapi nanti yang menentukan dari pusat. Kita hanya berharap kepada siapapun pemenang kontraktornya nanti bisa memperhatikan kondisi wilayah kerjanya terutama terkait bekas galian agar bisa kembali seperti semula,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *